- tim tvone - syahwan
Nyawa Kembali Melayang, K3 di Pelabuhan PT DABN Diduga Hanya Formalitas
Probolinggo, tvOnenews.com - Kecelakaan kerja fatal kembali terjadi di kawasan pelabuhan PT DABN. Seorang sopir trailer tewas tertimpa muatan kayu saat menunggu proses bongkar muat. Insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan menguatkan dugaan pengabaian serius terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang seharusnya menjadi kewajiban mutlak pengelola pelabuhan dan perusahaan bongkar muat.
Fakta di lapangan menunjukkan pola kerja berbahaya ini bukan kali pertama terjadi. Praktik bongkar muat kerap dilakukan secara serampangan demi mengejar target waktu, dengan mengabaikan prosedur keselamatan dasar, mulai dari antrean bongkar, pengamanan muatan, hingga sterilisasi area kerja crane.
“Disini sering begitu, yang penting cepat selesai. Soal K3 belakangan,” ujar seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi insiden tersebut, Samsudin, Gubernur LIRA Jawa Timur, menegaskan, bahwa aktivitas berisiko tinggi ini berlangsung di area pelabuhan yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Ini bukan lagi sekadar kecelakaan, tapi bukti nyata gagalnya pengawasan yang selama ini hanya jadi formalitas di atas kertas. Korban jiwa terus berjatuhan, seolah nyawa pekerja tak lebih dari angka statistik. Dalam hitungan bulan, sudah terjadi tongkang patah, tabrakan kapal, dan kini kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa. Sampai kapan pembiaran ini dibiarkan? Jika pengawasan benar-benar berjalan, tragedi berulang seperti ini seharusnya tidak terjadi," tegasnya.
Ia menilai terdapat dugaan kuat kelalaian sistemik, mulai dari manajemen PT DABN, perusahaan bongkar muat, hingga fungsi pengawasan pelabuhan.
“Kami bersama pemerhati keselamatan kerja mendesak dilakukan audit total K3 dan penghentian sementara aktivitas bongkar muat sampai seluruh prosedur keselamatan benar-benar dipenuhi,” terangnya.
Hingga kini, Polres Probolinggo Kota masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah insiden berulang ini dipicu faktor kelalaian atau unsur kesengajaan.
"Kami masih fokus memeriksa saksi-saksi," ucap AKP Zainal Arifin Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota
Diketahui hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), saat peristiwa terjadi, crane masih aktif mengangkat muatan dari trailer lain. Namun korban yang bernama Hartono, warga Tongas ini, justru berada di jalur kerja alat berat, tanpa pembatas area, tanpa pengamanan, dan tanpa pengawasan petugas K3. Muatan kayu di atas trailer korban diduga telah dibuka sebelum waktunya, sehingga kayu langsung bergeser dan menimpa korban hingga tewas di lokasi. (msn/hen)