- tvOne - Rohim
Banyak Kasus di Menu MBG, Ikatan Dokter Minta Presiden Jadikan Nakes Fungsi Kontrol
Bangkalan, tvOnenews.com - Banyaknya kasus keracunan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengusulkan agar tenaga kesehatan juga mendapat jatah menu MBG sebagai fungsi kontrol. Humas PB IDI dr. Farhat suryaningrat. SpKK berharap Persiden Prabowo Subianto dan BGN mendengarkan hal itu.
"Ketika nakes mendapatkan MBG, maka bisa mengontrol kualitas pemenuhan gizi MBG yang diberikan kepada penerima manfaat. Sehingga dapat menghindari keracuan masal, makanan berulat dan mengeluarkan bau tidak sedap," ungkap Farhat saat menhadiri pembukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Arok, Kecamatan Bueneh, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (31/1).
Dia juga meminta agar para nakes menjadi penerima manfaat. Sehingga memudahkan pengawasan kualitas pemenuhan gizi pada menu MBG. Sebab, semakin bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Bangkalan diperlukan peningkatan pengawasan secara berkelanjutan berkaitan kualitas MBG.
“Harapannya tentu terjaminnya keamanan makanan, terjaganya pemenuhan gizi masyarakat, serta memastikan standar kebersihan dalam penyajian setiap menu MBG,” pungkas Farhat.
Pemilik SPPG Arok Subaidi mengungkapkan dengan berdirinya SPPG ini dapat mengurani angka penganguran di Babupaten Bangkalan. Dapur MBG memproduksi sebanyak 1500 porsi untuk penerima manfaat.
"Total 30 relawan SPPG warga Desa Arok. Kami juga memprioritaskan produk lokal seperti beras dan kacang panjang yang menjadi produk unggulan masyarakat sini," ungkapnya. (arm/ias)