Strategik Prabowonomic Ungkap Pidato Presiden Prabowo di WEF Davos Bukti Indonesia Jadi Penggagas Baru Ekonomi Global
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pidato Presiden RI, Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 Davos, Swiss dinilai sebagai penanda era baru kepemimpinan global Indonesia.
Ketua Lembaga pemikiran Strategik Prabowonomic, Tommy Nicson mengatakan Prabowo tidak sekadar berpidato tetapi mengartikulasikan sebuah visi jangka panjang tentang transformasi ekonomi yang mengakar pada realitas, berpijak pada etika, dan menjangkau masa depan.
“Apa yang kita saksikan di Davos adalah lebih dari diplomasi forum. Ini adalah manifestasi dari Prabowonomics dalam tataran global. Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya mampu menavigasi krisis global, tetapi juga hadir sebagai penggagas arah baru pembangunan ekonomi dunia yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan manusiawi,” kata Tommy kepada awak media, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Tommy menuturkan pidato Prabowo membangun narasi alternatif terhadap model ekonomi global yang selama ini didominasi oleh liberalisme pasar tanpa kendali.
Ia menilai dalam konteks global yang penuh ketidakpastian Prabowo menghadirkan suara moral bahwa perdamaian dan stabilitas adalah syarat mutlak untuk pertumbuhan dan kemakmuran.
“Presiden menegaskan, dan ini sangat penting, bahwa tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Ini bukan sekadar kutipan retoris, tetapi fondasi utama dari visi pembangunan Indonesia ke depan. Stabilitas bukanlah produk sampingan, tetapi produk kebijakan yang terukur dan penuh keberanian,” katanya.
Bukan hanya itu, Prabowo turut serta memaparkan dua program prioritasnya saat pidato di WEF Davos, Swiss yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara.
Prabowo secara lugas membandingkannya dengan McDonald's yang membutuhkan 55 dekade untuk mencapai produksi 68 juta makanan per hari sementara Indonesia menargetkan 82,9 juta porsi harian pada akhir 2026 dalam program MBG.
“Ini bukan hanya soal angka. Ini adalah soal politik anggaran yang berpihak pada rakyat. Saat negara-negara maju mendebat tentang universal basic income, kita justru mempraktikkan bentuk paling nyata dari jaring pengaman sosial makanan bergizi harian untuk seluruh anak bangsa,” kata Tommy.
Tommy juga menekankan pentingnya Dana Kekayaan Negara Danantara yang kini mengelola lebih dari 1.044 BUMN dengan aset senilai USD 1 triliun.
Load more