news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

sedekah bumi di Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo,.
Sumber :
  • tvOne - khumaidi

Tradisi Ruwat Desa, Gunungan Tempe 300 Kg Jadi Rebutan Warga Sidoarjo

Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi ruwat desa atau sedekah bumi di Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, digelar meriah melalui prosesi gerebek tumpeng atau gunungan raksasa.
Minggu, 1 Februari 2026 - 17:13 WIB
Reporter:
Editor :

Sidoarjo, tvOnenews.com - Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi ruwat desa atau sedekah bumi di Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, digelar meriah melalui prosesi gerebek tumpeng atau gunungan raksasa. Gunungan setinggi sekitar 10 meter yang terbuat dari tempe ini menjadi pusat perhatian warga, Minggu (1/2/2026).

Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi acara untuk menyaksikan sekaligus berebut gunungan tempe raksasa yang disusun dari hasil produksi para perajin tempe Desa Sedenganmijen. Usai doa bersama dipanjatkan, warga langsung menyerbu gunungan tempe yang diyakini membawa berkah.

Tak hanya gunungan tempe, rangkaian ruwat desa tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai gunungan lainnya, seperti gunungan sayuran, polo pendem, ikan asap, serta aneka hasil bumi unggulan desa setempat. Seluruh hasil bumi itu menjadi simbol ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil panen yang melimpah.

Salah seorang warga, Khomsatun, mengaku senang dapat turut serta dalam tradisi perebutan gunungan tempe raksasa tersebut. Selain menjadi kegiatan rutin tahunan yang digelar pada bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, ia meyakini hasil gunungan yang telah didoakan dapat mendatangkan berkah.

“Harapannya, semoga Desa Sedenganmijen bisa lebih maju lagi,” ujar Satun.

Kepala Desa Sedenganmijen, Muhammad Hasanuddin, menjelaskan bahwa gunungan tempe raksasa tersebut sengaja dibuat dari hasil produksi warga dengan bahan baku kedelai sebanyak 300 kilogram, sebagai bentuk penghormatan terhadap potensi desa.

“Tempe merupakan hasil karya warga kami. Gunungan tempe raksasa ini kami persembahkan dalam rangka ruwat desa atau sedekah bumi sebagai wujud rasa syukur, sekaligus doa bagi para leluhur dan kesejahteraan Desa Sedenganmijen,” ujar Hasanuddin.

Menurutnya, tradisi ruwat desa ini rutin digelar setiap tahun dan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan warga, sekaligus melestarikan budaya leluhur.

“Harapannya, desa senantiasa diberi keselamatan, hasil bumi yang melimpah, serta perekonomian warga yang semakin sejahtera,” pungkasnya. (khu/gol)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral