- miftakhul erfan
Ayah di Magetan Tega Bakar Mulut Bayi Berusia Tujuh Hari dengan Korek Gas, Keluarga Laporkan ke Polisi
Magetan, tvOnenews.com - Seorang ayah bernama Guritno (43) melakukan tindakan kekerasan yang memilukan terhadap anaknya yang baru lahir tujuh hari dengan menyulut api ke bagian mulut bayi menggunakan korek gas.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (14/2) di dalam kamar rumah mereka di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, Magetan.
Pengakuan paman korban Sugiyono (55), kejadian bermula saat ibu korban, Purwanti (40), sedang mandi di kamar mandi masih dalam kamarnya. Sementara bayinya ditunggu kakaknya yang berusia 12 tahun.
“Saat itu, Guritno mendekati bayi dan menyulut api ke bagian mulutnya, membuat bayi menangis histeris. Kakak korban langsung lari keluar kamar meminta tolong, sementara pelaku langsung melarikan diri,” kata Sugiyono, Rabu (18/2).
Ketika keluarga tiba, bibir dan mulut bayi sudah terlihat melepuh akibat luka bakar. Bayi kemudian dilarikan ke rumah sakit dan kini dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Ibu dan Anak Samudra Husada Magetan dengan kondisi yang mulai membaik.
Sugiyono mengaku, pelaku memang sering melakukan kekerasan terhadap istri sejak korban masih dalam kandungan, termasuk berkata kasar dan menendang perutnya yang hamil tujuh bulan hingga harus menjalani operasi sesar.
“Kekerasan kepada istrinya ini sejak masih hamil, sering dibentak bahkan ditendang perutnya yang sudah hamil besar,” imbuhnya.
Perbuatan ini menurut Sugiyono diduga dipicu rasa marah dan cemburu, karena Guritno ayah korban, menganggap bayi itu bukan anak kandungnya.
“Pelaku ini menganggap bayi itu bukan anaknya melainkan anak hasil hubungan gelap dengan selingkuhan istrinya saat ditinggal kerja di luar kota,” terang Sugiyono.
Salah satu warga Desa Mangunrejo, Sukarni (56) menyatakan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan saat ini warga bersama-sama menjaga rumah serta keluarga korban untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Ya saat ini warga hanya bisa ikut menjaga rumah dan keluarga si bayi, ya hanya untuk menghindari kalau saja ada rajapati (pembunuhan) oleh si pelaku,” pungkas Sukarni.
Dari hasil laporan warga desa dan keluarga korban, kini polisi masih melakukan pengembangan guna menangkap pelaku. (men/far)