news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tradisi Tadarus Al-Qur’an Raksasa.
Sumber :
  • tim tvone - happy oktavia

Selalu Ditunggu, Tradisi Tadarus Al-Qur’an Raksasa di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Jika biasanya jamaah tadarus duduk melingkar dengan mushaf berukuran standar, di sudut utama masjid justru terbentang Al-Qur’an berukuran raksasa.
Jumat, 27 Februari 2026 - 11:48 WIB
Reporter:
Editor :

Banyuwangi, tvOnenews.com – Setiap malam di bulan Ramadhan, suasana berbeda terlihat di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Jika biasanya jamaah tadarus duduk melingkar dengan mushaf berukuran standar, di sudut utama masjid justru terbentang Al-Qur’an berukuran raksasa.

Kegiatan tadarus Al-Qur’an raksasa itu dimulai setiap usai salat tarawih berjamaah. Tepat pukul 20.30 WIB, para pembaca mulai melantunkan ayat suci secara bergantian hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Selama dua jam, lantunan ayat menggema, menarik perhatian jamaah yang datang untuk beribadah maupun sekadar menyaksikan keunikan mushaf berukuran jumbo tersebut.

Koordinator Majelis Semaan Al-Qur’an Masjid Baiturrahman, Ustaz Ahmad Rifa’i, mengatakan tadarus menggunakan Al-Qur’an raksasa ini telah menjadi agenda rutin setiap Ramadhan.

“Yang mengaji ada tujuh orang, dilakukan secara bergantian,” ujar Ahmad Rifa’i.

Menurutnya, tidak ada kendala berarti dalam membaca mushaf berukuran besar tersebut. Para pembaca sudah terbiasa dan memahami karakter tulisan di dalamnya.

“Alhamdulillah tidak ada kesulitan. Semua diberikan kelancaran karena sudah terbiasa,” katanya.

Al-Qur’an raksasa tersebut memiliki ukuran halaman 142 cm x 219 cm. Sementara ukuran teks di dalamnya sekitar 100 cm x 165 cm. Ukurannya yang besar membuat setiap ayat tampak jelas meski dilihat dari jarak beberapa meter.

Karena dimensinya yang tidak biasa, setiap kali hendak berpindah halaman dibutuhkan dua orang untuk mengangkat dan membalik lembaran secara hati-hati. Proses itu dilakukan perlahan agar tidak merusak kertas dan tetap menjaga kehormatan mushaf.

“Kalau membalik memang harus dua orang. Jadi satu sisi diangkat bersama-sama, pelan-pelan,” jelasnya.

Al-Qur’an raksasa ini ditulis oleh Drs. H. Abdul Karim, warga Genteng, Banyuwangi, pada tahun 2010. Proses penulisannya berlangsung kurang dari satu tahun, dimulai pada 1 Februari 2010 hingga 26 Agustus 2010 di Pondok Pesantren Bustanul Makmur, di Kecamatan Genteng.

Dalam proses pembuatannya, proyek tersebut menghabiskan anggaran total Rp 183.850.000 yang didanai oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Selain kertasnya didatangkan khusus dari Jepang, bahan yang digunakan pun tidak sedikit, yakni lebih dari 32 lusin spidol dan 40 lusin tinta.

Saat ini, Al-Qur’an raksasa tersebut disimpan dan digunakan di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Namun pembacaannya khusus pada bulan Ramadhan saja.

“Khusus dibaca saat Ramadan. Dalam satu Ramadhan maksimal bisa tiga kali khatam. Setiap hari ditargetkan tiga juz, dibaca secara bergantian,” ungkap Ahmad Rifa’i.

Salah satu pembaca Al-Qur’an raksasa, Ahmad Nabil, mengaku telah dipercaya membaca mushaf tersebut selama sekitar 10 tahun terakhir setiap Ramadhan.

“Alhamdulillah tidak ada kesulitan sama sekali. Cuma memang ada beberapa harakat yang tidak tertulis, tapi itu tidak jadi masalah karena sudah terbiasa,” kata Nabil.

Ia menambahkan, membaca Al-Qur’an raksasa justru memberikan pengalaman spiritual tersendiri. Selain harus fokus pada bacaan, ia juga harus menyesuaikan posisi duduk dan jarak pandang karena ukuran tulisan yang besar.

“Rasanya tentu berbeda, ada kebanggaan sekaligus tanggung jawab,” ujarnya.

Keberadaan Al-Qur’an raksasa ini tak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga daya tarik tersendiri bagi jamaah. Banyak warga yang datang lebih awal untuk menyaksikan langsung proses tadarus, terutama saat momen membalik lembaran yang membutuhkan dua orang.

Meski ukurannya besar, pengelola memastikan perawatan dilakukan secara berkala. Lembaran dijaga agar tetap bersih dan tidak lembap, mengingat bahan yang digunakan harus dirawat dengan baik agar tahan lama.

Bagi jamaah, tadarus Al-Qur’an raksasa ini menjadi simbol semangat memuliakan kitab suci. Ukurannya yang jumbo seolah menjadi penegas bahwa Al-Qur’an menempati posisi agung dalam kehidupan umat Islam.

Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kota, tadarus Al-Qur’an raksasa di Masjid Agung Baiturrahman menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. (hoa/hen) 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral