- tvOne - aris sutikno
Tragedi Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo, Tim Gegana Polda Jatim Turun Sterilisasi Lokasi
Ponorogo, tvOnenews.com – Pasca terjadinya ledakan yang berasal dari petasan yang tengah dirakit hingga menyebabkan seorang pelajar kelas tiga SMP meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka, Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur turun langsung melakukan olah TKP serta sterilisasi lokasi meledaknya petasan di RT 02 RW 02 Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.
Sejumlah anggota Tim Gegana menyisir setiap sudut rumah milik Miten. Mereka terlihat dengan teliti memeriksa satu per satu, mulai dari titik ledakan di dalam rumah hingga bagian belakang rumah. Pemeriksaan secara menyeluruh tersebut dilakukan anggota Gegana KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif) untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang berbahaya.
Dari hasil sterilisasi selama beberapa jam, Tim Gegana berhasil mengungkap jenis bahan peledak racikan yang digunakan oleh korban.
"Yang kami temukan ada unsur belerang, kemudian ada potas atau booster kelengkeng. Jadi yang dibuat disini dipastikan low explosif atau Black powder, sedangkan kalau dilihat dari kondisi lokasi, sisa ledakan, serta kedalaman kawah yang mencapai sekitar 5 - 10 sentimeter, diperkirakan bahan peledak racikan tersebut memiliki berat sekitar 5 kilogram," terang Kompol Dian Vicky Sandhi, Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur.
Sementara itu, disinggung soal penyebab terjadinya ledakan petasan yang diduga tengah dirakit tersebut, Kompol Dian Vicky Sandi menjelaskan dipastikan penyebab terjadinya ledakan karena adanya percikan api.
"Jadi penyebabnya ada percikan api, tapi sumbernya dari mana masih kita masih menunggu hasil Labfor," terang Kompol Sandi kepada sejumlah media.
Tim Gegana mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya selongsong petasan, potas, dan booster kelengkeng dari lokasi penyisiran. Bahan-bahan tersebut diperjualbelikan secara bebas di toko-toko bahan kimia maupun didapat secara daring.
" Yang jelas memang barang tersebut bisa didapat oleh masyarakat secara luas, oleh karena itu kami Satbrimob Polda Jatim menghimbau kepada masyarakat tidak lagi membuat seperti ini lagi. Karena korban jiwa dan kerugian materialnya sangat besar serta merugikan masyarakat," tutup Kompol Sandhi.