- tvOne - sandi irwanto
Aksi Masak Besar 1.000 Porsi di Kenjeran Surabaya Jadi Tontonan Warga, Emak-emak Berebut Takjil
Surabaya, tvOnenews.com – Aksi masak besar seribu porsi digelar di sekitar kampung nelayan kawasan Kenjeran, Surabaya. Aksi yang menggugah selera ini menjadi tontonan emak-emak dan anak-anak setempat. Begitu masakan matang lalu dikemas, hidangan tersebut langsung diserbu emak-emak yang sudah tak sabar.
Juru masak nasional Amrizal Nuril Abdi atau yang lebih dikenal dengan sebutan King Abdi menggelar masak seribu porsi sekaligus untuk menu buka puasa gratis. Dia dibantu sejumlah asistennya dan menggandeng sebuah lembaga amil zakat dan infak di Surabaya untuk melakukan aksi heboh tersebut.
Dapur dadakan di kawasan pesisir Kenjeran, Surabaya, sejak Sabtu sore sudah dipenuhi asap masakan dan aroma yang menggugah selera. Tak pelak, hal ini mengundang emak-emak dan anak-anak untuk menyaksikan langsung hingga masakan matang. Mereka mengantre sejak siang demi mendapatkan menu buka puasa gratis yang dimasak langsung oleh Chef King Abdi.
“Saya datang ke lokasi tempat acara masak besar ini sejak siang hari. Saya ingin tahu langsung seperti apa King Abdi itu. Selain itu saya juga penasaran seperti apa rasanya masakan olahannya,” ujar Adelian Oktavia, warga Kenjeran Surabaya.
“Saya dan ibu-ibu di sini ingin tahu seperti apa proses masak dengan jumlah besar Jadi penasaran bagaimana mengolahnya, itu kan pakai wajan besar, juga apa alat-alatnya juga seperti apa, ya pingin tahu aja. Selain ingin merasakan masakan enaknya itu kayak apa,” ujar Zakia, warga lainnya yang ikut menyaksikan aksi masak besar ini.
Menu yang dimasak pun cukup menggoda, mulai dari telur sayur tumis, mie berkat, hingga ayam acar serani. Sementara nasi ditanak bersama ibu-ibu relawan dari kampung nelayan setempat.
Bagi koki bertato ini, memasak seribu porsi merupakan hal yang biasa, karena dia pernah memasak hingga puluhan ribu porsi dalam kegiatan sosial.
“Saya berharap, kegiatan semacam ini bisa digelar secara berkala untuk membantu warga yang kurang mampu, di tengah kebutuhan pokok yang mahal,” ungkapnya.