news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jalan lingkar objek wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, putus total setelah tebing di pinggir jalur tersebut longsor.
Sumber :
  • tvOne - aris sutikno

Jalan Objek Wisata Telaga Ngebel Ponorogo Putus Total Akibat Longsor

Jalan lingkar objek wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, putus total setelah tebing di pinggir jalur tersebut longsor.
Selasa, 31 Maret 2026 - 17:39 WIB
Reporter:
Editor :

Ponorogo, tvOnenews.com — Jalan lingkar objek wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, putus total setelah tebing di pinggir jalur tersebut longsor. Material longsor berupa tanah bercampur bebatuan dan pohon menutup akses utama, sehingga aktivitas warga dan wisatawan terganggu. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Longsor tersebut terjadi setelah wilayah Ponorogo, terutama wilayah Kecamatan Ngebel, diguyur hujan selama lebih dari 4 jam.

Sementara itu, petugas gabungan baik dari Perhutani, Dinas Pariwisata, Bima Marga, Kepolisian, dan TNI, serta dibantu warga, langsung melakukan evakuasi dengan menggunakan alat berat. Proses pembersihan material longsoran sempat terkendala kondisi tanah yang masih labil dan hujan yang masih mengguyur di sekitar lokasi longsor.

Peristiwa longsor ini bermula saat hujan deras mengguyur kawasan Ngebel. Tebing setinggi 15 meter dengan lebar 5 meter yang berada di sisi jalan, tepatnya masuk Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, longsor dan menutup akses jalan pariwisata.

Menurut Tri Purwanto, warga setempat, longsor yang menutup akses jalan ini terjadi setelah hujan deras selama 4 jam.

"Kemarin sore saat hujan deras mulai jam 01.00 sampai jam 04.00 sore terus mengakibatkan jalur lingkar Telaga Ngebel tertutup longsor dan belum bisa dilalui, ini sementara tutup total kendaraan roda dua dan roda empat nggak bisa lewat. Dan kalau muter jauh muternya ada sekitar 5 kilo," terang Tri Purwanto.

Akibat longsor ini, akses wisatawan maupun warga roda dua dan roda empat serta perekonomian warga terganggu.

Sementara itu, menurut Bambang Udiono, Sekretaris Kecamatan Ngebel, saat dikonfirmasi sejumlah media, menjelaskan proses pembersihan material longsor dilakukan dengan menggunakan alat berat dan melihat kondisi tanah, pasalnya kondisinya masih labil dan hujan masih mengguyur sehingga diperlukan kewaspadaan.

"Nggak dimungkinkan kalau dilakukan evakuasi pada malam hari ataupun saat itu juga terkendala itu peralatan dan jauh lebih siap dari sisi personil dan juga peralatan pada siang hari," terang Bambang.

Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan atau warga yang melintas di jalur tersebut, meski biasanya jalan tersebut selalu ramai dilintasi warga maupun wisatawan. (asn/gol)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:45
01:32
09:34
01:46
32:37
09:52

Viral