- tvOne - muhammad imron
Kakek 74 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Srengat Blitar saat Menuntun Sepeda
Blitar, tvOnenews.com – Seorang pesepeda kayuh berusia lanjut meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang telah ditutup total di wilayah Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Senin (6/4) pagi.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di JPL 206 KM 128, tepatnya di Dusun Sendung, Desa Ngaglik. Korban diketahui bernama Nandam (74), warga Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kafaris Triwijaya Lalo mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan Kereta Api Kertanegara dengan nomor lokomotif 167 B yang melaju dari arah timur ke barat, atau dari Malang menuju Purwokerto.
“Sesampainya di lokasi kejadian, kereta api menabrak seorang pesepeda yang saat itu tengah menuntun sekaligus mengangkat sepeda kayuhnya saat hendak menyeberang dari arah selatan ke utara,” ujar AKBP Kafaris.
Ia menambahkan, perlintasan tersebut sebenarnya sudah ditutup total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
“Namun korban tetap melintas di jalur tersebut sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” imbuhnya.
Akibat benturan keras, korban terpental sekitar 15 meter dari titik tabrakan dan ditemukan dalam kondisi berhimpitan dengan sepeda yang dibawanya.
Petugas dari Polsek Srengat bersama Satlantas Polres Blitar Kota langsung melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), termasuk mendatangi lokasi, mendata saksi, serta mengamankan situasi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Srengat untuk dilakukan visum luar. Sementara itu, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban.
“Selama proses penanganan di lokasi, situasi berjalan aman dan lancar,” tandasnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melintasi perlintasan kereta api yang telah ditutup demi keselamatan bersama. (min/gol)