- tvOne - miftakhul erfan
Bangunan Tua Tak Kuat Menahan Hujan, Gudang SDN di Magetan Roboh
Magetan, tvOnenews.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan sejak sepekan terakhir mengakibatkan kerusakan fisik pada fasilitas pendidikan. Atap bangunan gudang milik SD Negeri Bendo 2 dilaporkan ambruk pada Minggu malam (12/4) sekitar pukul 18.45 WIB.
Kepala sekolah SDN 2 Bendo, Sariman, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya mengaku tidak ada korban karena peristiwa itu terjadi malam hari.
“Kejadianya minggu malam, alhandulilah tidak ada korban karena kondisi sekolah libur dan malam hari tidak ada kegiatan,” kata Sariman, Senin (13/4).
Akibat peristiwa tersebut, atap serta pagar pembatas gudang roboh dan menimpa isi gudang. Material reruntuhan bahkan sempat menimpa sebuah unit truk milik warga yang sedang diparkir di halaman rumahnya yang kebetulan tempatnya berdampingan.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, insiden ini diduga kuat dipicu oleh usia bangunan yang sudah sangat tua. Diketahui, konstruksi gudang tersebut telah berdiri selama hampir setengah abad atau sekitar 50 tahun tanpa mendapatkan renovasi atau perbaikan yang menyeluruh.
“Bangunan ini sudah lama, temboknya juga masih menggunakan material lama, ya memang sudah waktunya renovasi,” imbuhnya.
Kondisi struktur yang sudah rapuh diperparah dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir hingga akhirnya bangunan tidak lagi mampu bertahan.
Serka Sri Suharno, anggota Koramil Bendo yang ikut gotong royong pembersihan material atap gudang yang roboh, mengatakan kegiatan saat ini fokus pada pembersihan agar aman bagi siswa maupun guru.
“Pagi ini kami bersama warga dan instansi lain fokus evakuasi dan pembersihan material atap dulu," terang Suharno.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan untuk mengajukan rehabilitasi sekolah agar gudang tersebut bisa dipergunakan kembali.
Selain tidak menimbulkan korban, peristiwa atap gudang sekolah yang roboh ini juga tidak berdampak pada kegiatan belajar mengajar siswa dan guru.
“Untuk kegiatan belajar mengajar tidak terkendali karena lokasinya terpisah, makanya hari ini kita bersihkan semua agar tidak membahayakan siswa,” pungkasnya. (men/gol)