news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sutaji, Warga Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang pedagang kerupuk keliling salah satu Jemaah Calon Haji Tahun 2026..
Sumber :
  • Rohmadi

Kisah Sutaji, Pedagang Kerupuk Keliling di Jombang yang Sukses Wujudkan Mimpi Naik Haji 2026

Di saat banyak orang masih menikmati waktu istirahat pagi, seorang lansia di Kabupaten Jombang, justru sudah mengayuh sepeda ontel tuanya menyusuri jalanan desa hingga kota
Kamis, 23 April 2026 - 16:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com - Di saat banyak orang masih menikmati waktu istirahat pagi, seorang lansia di Kabupaten Jombang, justru sudah mengayuh sepeda ontel tuanya menyusuri jalanan desa hingga kota. Ia adalah Sutaji (66), pedagang kerupuk keliling yang membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih dengan ketekunan dan hidup sederhana.

Warga Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan ini telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari berjualan kerupuk. Setiap hari, usai menunaikan salat subuh berjamaah, Sutaji mulai menata dagangannya ke dalam dua keranjang besar yang dipasang di sepeda ontel kesayangannya.

Tanpa kendaraan bermotor, ia berkeliling dari warung ke warung, menempuh jarak yang tidak sedikit. Dalam sehari, sekitar lima kilogram kerupuk dagangannya mampu terjual habis.

Profesi ini telah ia geluti sejak tahun 1970, jauh sebelum ia menikah. Sejak muda, Sutaji sudah terbiasa dengan kerasnya kehidupan, mengandalkan tenaga dan kayuhan sepeda untuk mencari nafkah.

Pada tahun 1983, Sutaji menikah dengan Siti Hana. Dari pernikahan tersebut, tumbuh sebuah cita-cita besar yang terus ia panjatkan dalam doa, menunaikan ibadah haji bersama sang istri ke Tanah Suci.

Meski penghasilannya tergolong sederhana, Sutaji dikenal disiplin dalam menabung. Pada era 1980-an, saat penghasilannya hanya sekitar Rp1.000 per hari, ia tetap menyisihkan Rp200 untuk ditabung.

Kini, penghasilannya meningkat menjadi sekitar Rp100 ribu per hari. Dari jumlah tersebut, separuh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara sisanya konsisten ia sisihkan untuk tabungan.

“Zaman dulu pendapatan seribu rupiah per hari, saya tabung dua ratus rupiah. Sekarang penghasilan seratus ribu, saya tabung lima puluh ribu,” ujar Sutaji saat dikonfirmasi, Kamis (23/4).

Kesabaran panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 2012, sang istri lebih dahulu mendaftar haji, disusul Sutaji pada 2019. Setelah menunggu bertahun-tahun, keduanya dijadwalkan berangkat bersama pada musim haji 2026.

Meski impian besarnya telah tercapai, Sutaji tetap hidup sederhana dan tidak pernah memamerkan keberhasilannya. Kepada sesama pedagang, ia hanya memohon doa agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral