- Rohmadi
Nabung Selama 29 Tahun, Penjual Asongan Jombang Wujudkan Mimpi Berangkat Haji
Jombang, tvOnenews.com - Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Jombang. Sepasang suami istri penjual asongan, Teman Hariono (51) dan Jumilah (50), berhasil mewujudkan impian mereka menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 setelah 29 tahun berjuang dan menabung dari hasil dagangan kecil.
Teman Hariono dan Jumilah merupakan warga Dusun Kapringan, Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Teman Hariono sehari-hari menggantungkan hidup dari berjualan asongan, profesi yang telah digeluti sejak puluhan tahun lalu.
Perjalanan panjang dimulai sejak Teman Hariono masih bujang pada tahun 1988. Ia berjualan dari satu tempat ke tempat lain, mulai dari bus ke bus hingga mengikuti berbagai kegiatan masyarakat. Setelah menikah dengan Jumilah pada tahun 1997, perjuangan itu terus berlanjut bersama sang istri.
“Sejak dulu saya jualan dari bus ke bus, ikut acara pengajian sampai jaranan. Yang penting halal dan bisa nabung sedikit demi sedikit,” ujar Teman Hariono saat ditemui dikediamannya, Sabtu (25/4).
Dengan penghasilan yang awalnya hanya sekitar Rp35 ribu per hari, pasangan ini tetap tekun menjalani usaha mereka. Seiring waktu, pendapatan tersebut perlahan meningkat hingga mencapai sekitar Rp300 ribu per hari.
Berbagai acara menjadi ladang rezeki bagi mereka, mulai dari pengajian, sedekah desa, hingga pertunjukan seni tradisional seperti jaranan dan reog. Prinsip Teman Hariono sederhana, di mana ada keramaian, di situlah ia berjualan demi mengais rezeki.
“Kadang harus pergi jauh sampai luar kota, bahkan pernah sampai Jepara. Tapi saya jalani saja, yang penting ada hasil untuk keluarga dan tabungan haji,” katanya.
Tak hanya di wilayah Jombang, Teman Hariono juga rela menempuh perjalanan antar kota hingga antar provinsi demi mencari penghasilan tambahan.
Dari hasil berdagang tersebut, pasangan ini disiplin menyisihkan uang dalam jumlah kecil. Mulai dari Rp10 ribu, Rp20 ribu, hingga Rp100 ribu, mereka kumpulkan sedikit demi sedikit.
“Setiap dapat uang, pasti kami sisihkan. Tidak harus banyak, yang penting rutin. Lama-lama jadi cukup untuk daftar haji,” ungkapnya.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2012, Teman Hariono dan Jumilah berhasil mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji.