news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Makam Marsinah di Nganjuk.
Sumber :
  • tim tvone - kasianto

Hari Buruh, Peziarah Padati Makam Marsinah di Sukomoro, Nganjuk

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini diwarnai dengan membludaknya peziarah di makam pahlawan nasional buruh Marsinah.
Jumat, 1 Mei 2026 - 14:01 WIB
Reporter:
Editor :

Nganjuk, tvOnenews.com - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini diwarnai dengan membludaknya peziarah di makam pahlawan nasional buruh Marsinah, Jumat (1/5).

Di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, sejak pagi hari, ratusan buruh, LSM dan masyarakat umum berdatangan untuk mendoakan sekaligus mengenang sosok yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia tersebut.

Suasana khidmat terasa di area pemakaman. Para peziarah tampak membawa bunga dan menggelar doa bersama. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen sebagai bentuk penghormatan atas jasa Marsinah yang gugur dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.

Perwakilan dari KSBSI Kelik Widi Wahyuno menyampaikan, bahwa ziarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya menjaga semangat perjuangan yang telah diwariskan Marsinah.

“Semangat Marsinah harus terus hidup. Hari Buruh bukan hanya perayaan, tapi momentum untuk mengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai,” ujar Kelik pengurus KSBSI Nganjuk.

Ia menegaskan, masih banyak persoalan ketenagakerjaan yang perlu diperjuangkan, mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga perlindungan hukum bagi pekerja. Oleh karena itu, nilai-nilai keberanian dan keteguhan Marsinah dinilai tetap relevan hingga saat ini.

Kelik menambahkan, bahwa semangat perjuangan Marsinah harus terus hidup di tengah dinamika dunia kerja saat ini. 

“Marsinah adalah ikon perjuangan buruh. Apa yang beliau perjuangkan dulu, masih relevan hingga sekarang. Kami ingin buruh tetap solid dan berani menyuarakan haknya,” tambah Kelik.

Dengan semangat yang terus menyala, KSBSi Nganjuk berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-haknya, sembari menjaga warisan perjuangan Marsinah sebagai inspirasi lintas generasi.

Selain ziarah, kegiatan juga diisi dengan diskusi singkat dan orasi dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menyerukan pentingnya solidaritas antar pekerja serta konsistensi dalam memperjuangkan hak-hak buruh secara damai dan konstitusional.

Momentum ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan Marsinah tidak boleh berhenti sebagai sejarah semata, melainkan harus terus digaungkan sebagai inspirasi bagi generasi pekerja masa kini dan mendatang. (kso/hen)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:51
01:23
13:50
04:01
07:18
06:09

Viral