Maya Tuntut Kepastian Status di May Day 2026: Kita Sudah 15 Tahun Statusnya Kontrak Harian Lepas
- tvOnenews - syifa
Jakarta, tvOnenews.com - Maya (41) menuntut terkait kesejahteraan pekerja dalam Hari Buruh Internasional (May Day). Ia bercerita sudah 15 tahun menjadi buruh harian lepas, tapi tak kunjung ada kepastian status.
Maya datang bersama rekan-rekannya ke Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026), untuk menghadiri perayaan May Day bersama Presiden Prabowo Subianto.
Di Hari Buruh ini, ia menuntut adanya pembaruan status kontrak kerjanya. Ia diketahui bekerja di pabrik yang memproduksi sandal.
“Kalau aku kan kerja sebagai buruh harian lepas. Kita udah 15 tahun
tapi masih standarnya tuh begitu aja, statusnya tuh kontrak lepas aja gitu,” ungkap Maya di lokasi.
Status kontrak harian lepas ini membuat dirinya tidak mendapatkan upah ketika tidak masuk kerja. Sementara, upah hanya dihitung saat masuk kerja. Kondisi ini membuat penghasilannya tidak menentu setiap bulan.
“Nah, seperti itu (kerja dibayar, enggak kerja enggak dibayar). Pengennya sih yang kayak (status harian lepas) gitu tuh dihilangkan ya. Kita sudah 15 tahun masih begini aja,” tutur Maya.
Ia menuturkan, tidak adanya status tetap membuat dirinya menjadi tidak mendapatkan asuransi kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dari perusahannya.
“Justru itu kita enggak dapat (BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan). Ya selama ini berobat pakai uang pribadi sih,” tutur Maya.
Untuk itu, ia sangat berharap perusahaanya mengangkatnya sebagai karyawan tetap.
“Cuman yang kita minta ya itu, biar ada penetapan aja gitu untuk karyawan di atas 5 tahun kek apa ini biar ada penetapan,” pungkas Maya. (saa/aag)
Load more