news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga Bahan Baku Plastik Melonjak akibat Gejolak Timur Tengah, Produsen di Surabaya Siapkan Strategi Mitigasi.
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Gejolak Geopolitik Dorong Harga Bahan Baku Plastik Naik, Produsen di Surabaya Perkuat Pasokan Lokal dan Strategi Mitigasi

Ketegangan geopolitik yang melanda kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada rantai pasok dan harga bahan baku industri pengolahan di Indonesia.
Rabu, 10 Juni 2026 - 09:22 WIB
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik yang melanda kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada rantai pasok dan harga bahan baku industri pengolahan di Indonesia. Lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus 120 dolar AS per barel memicu kenaikan biaya produksi sekaligus meningkatkan risiko terganggunya pasokan bahan baku plastik yang berbasis turunan minyak bumi.

Direktur Utama PT Asia Pramulia (ASPRA), Ricky Winoto, mengatakan industri kemasan plastik menjadi salah satu sektor yang paling awal merasakan dampak dari ketidakstabilan global tersebut.

“Kondisi geopolitik saat ini memang berdampak nyata. Penutupan jalur distribusi dan konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia melonjak drastis, dari kisaran 60 dolar AS hingga sempat menyentuh 120 dolar AS per barel. Karena bahan baku plastik berasal dari minyak bumi, otomatis harga ikut naik dan pada beberapa jenis material bahkan terjadi kelangkaan pasokan,” ungkap Ricky di Surabaya, Selasa (9/6/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, perusahaan menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga kelangsungan operasional, di antaranya dengan memperkuat ketersediaan stok bahan baku dan menerapkan strategi mitigasi risiko keuangan.

“Kami menyiapkan cadangan persediaan atau buffer stock agar kebutuhan bahan baku untuk melayani pelanggan tetap terjamin. Selain itu, kami juga memanfaatkan fasilitas lindung nilai atau hedging dari perbankan untuk menekan risiko fluktuasi nilai tukar rupiah yang berpengaruh pada harga impor,” jelasnya.

Ricky menuturkan bahwa keberlangsungan produksi perusahaan saat ini relatif aman karena sebagian besar bahan baku yang digunakan berupa PET, yang basis produksinya banyak berada di kawasan Asia dan tidak bergantung pada wilayah konflik.

“Mayoritas kebutuhan kami adalah PET. Kebetulan jenis ini banyak diproduksi di Asia, termasuk di dalam negeri. Jadi dari sisi ketersediaan masih cukup aman. Saat ini kami mendapatkan suplai dari produsen lokal seperti Indorama, Mitsubishi Chemical, dan Wankai Indonesia, serta impor pendukung dari Vietnam dan Tiongkok,” paparnya.

Selain PET, perusahaan juga mengamankan pasokan bahan baku lain seperti polipropilen dan polietilen melalui jalur alternatif dari Malaysia dan Tiongkok sebagai upaya diversifikasi sumber pasokan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
08:57
06:35
01:22
08:09
01:38

Viral