- tim tvOne
Koperasi Merah Putih Jatim Disiapkan Jadi Pemasok Utama Program Makan Bergizi Gratis
Surabaya, tvOnenews.com - Koperasi Desa/Kelurahan (KDK) Merah Putih di Jawa Timur disiapkan menjadi pemasok utama kebutuhan pangan untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Sinergi ini masih dalam tahap koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan sejumlah kementerian terkait.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Sinergi Pemerintah dan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur 2026 di Surabaya, Selasa (9/6/2026). Menurutnya, kedua program strategis tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni melibatkan masyarakat desa untuk menggerakkan perekonomian.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait sinergi Koperasi Desa Merah Putih dengan program Makan Bergizi Gratis. Harapannya, ke depan koperasi bisa mengambil peran sebagai pemasok kebutuhan pangan bagi program tersebut,” ujar Farida.
Ia menjelaskan, integrasi tersebut memerlukan tahapan yang matang karena operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih masih terus berjalan di berbagai daerah. Namun, ketika jaringan koperasi telah berfungsi secara masif, sinergi dengan MBG akan segera dijalankan.
Jatim Paling Siap, Hampir 8.000 Koperasi Terbentuk
Farida menilai Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang paling siap menyukseskan program KDK Merah Putih. Hingga kini, pembentukan koperasi telah menjangkau hampir seluruh desa dan kelurahan dengan jumlah mendekati 8.000 unit.
Keberadaan ribuan koperasi yang telah berdiri sebelum program ini diluncurkan menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan unit usaha di tingkat desa sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
“Jawa Timur adalah salah satu pilar koperasi nasional. Banyak koperasi sukses lahir dari sini dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah. Dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur pemerintah, koperasi desa diyakini menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Farida.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, juga menilai ekosistem koperasi yang telah berkembang di Jawa Timur merupakan aset berharga. Koperasi yang sudah mapan dapat menjadi mitra pendamping bagi koperasi baru sehingga tercipta rantai nilai yang saling menguatkan.
“Ini aset penting untuk membangun ekosistem koperasi yang saling mendukung. Koperasi yang sudah ada bisa menjadi pendorong dan mitra bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar segera berjalan efektif,” ujar Emil.
Siap Pasok Telur ke Seluruh Dapur BGN
Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, mengungkapkan kesiapan pihaknya dalam memasok bahan pangan, terutama telur. Ia memastikan peternak ayam petelur binaan Dekopinwil Jatim telah menyiapkan mekanisme kolaborasi dengan dapur produksi Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami rasa di setiap desa binaan kapasitasnya sudah cukup kuat dan bisa diandalkan. Kami siap berkolaborasi menyuplai kebutuhan telur ke seluruh dapur BGN di Jawa Timur untuk program makan bergizi gratis. Langkah ini sekaligus memberdayakan peternak lokal di seluruh desa,” ungkap Slamet.
Meski optimistis, Slamet mengingatkan gerakan koperasi masih menghadapi tantangan, mulai dari penyelarasan regulasi, persaingan usaha, hingga kebutuhan digitalisasi layanan. Namun, ia meyakini prinsip koperasi yang mengedepankan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjawab tantangan ekonomi masyarakat.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan gerakan koperasi guna memastikan program strategis nasional berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa. (gol)