- tim tvone - happy oktavia
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Jatim Bagikan 15 Ribu Kitab Suci ke Ribuan Tempat Ibadah Berbagai Agama di Banyuwangi
Banyuwangi, tvOnenews.com – Untuk kali pertama, 15 ribu kitab suci dari enam agama yang diakui di Indonesia dibagikan ke ribuan tempat ibadah di Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 217 personil Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang bertugas mendistribusikan belasan ribu kitab suci ini.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memberangkatkan langsung ratusan personel Polri ini dari Mapolresta Banyuwangi, Senin (15/06). Kali ini personel Polri mengemban tugas luhur menjaga nilai-nilai spiritualitas keagamaan di tingkatan paling kecil di masyarakat desa.
“Anak-anak saya Bhabinkamtibmas ini sangat luar biasa, dimana pendekatan pada masyarakat bukan hanya berkaitan dengan Harkamtibmas tapi juga berkaitan dengan nilai luhur yang bersifat religius keagamaan,” kata Kapolda Nanang kepada wartawan di halaman Mapolresta Banyuwangi.
Tugas personel Polri, tambah Nanang, bukan hanya berkaitan dengan ketertiban dan perlindungan bagi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan pendampingan moril lantaran Polri tidak bisa berjalan sendiri untuk menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan.
“Dukungan moril bagi personel dan mengingatkan kita pada Sang Maha Pencipta sehingga dari situ kita bisa menata hati dan memberikan pesan menyejukkan kepada masyarakat karena kita yakin semua, sehingga bisa memberikan pesan menyejukkan kepada masyarakat apapun agamanya,” pungkas Nanang.
Kegiatan yang masuk pada rangkaian menyambut hari Bhayangkara ke-80 itu memberi warna berbeda, dimulai dari Banyuwangi, Polda Jatim menjadi satu-satunya Polda yang membagikan kitab suci kepada 5 entitas keagamaan yakni Islam, Kristen dan Katolik, Hindu, Budha serta Konghucu.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan selaku inisiator menyebutkan, angka 15.000 kitab suci yang dibagikan tidak memiliki arti khusus. Ia menyebut, semangat itu dibangun untuk mewujudkan kolaborasi positif antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut menjadi solusi kekurangan personel Bhabinkamtibmas di Banyuwangi.
“Tidak ada pesan khusus dari angkanya, tapi semangat yang utama adalah berkolaborasi baik dengan seluruh masyarakat karena kita juga kekurangan personil Bhabinkamtibmas,” tegas Kombes Rofiq.
Meski demikian, Rofiq menyatakan bahwa Polresta Banyuwangi juga telah membentuk petugas pemolisian masyarakat (Polmas) sebanyak 43 orang yang tersebar di sejumlah desa, untuk mengemban tugas Bhabinkamtibmas di desa masing-masing.