- Tim tvone - tim tvone
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Gubernur Khofifah Dampingi Kapolri Ziarah ke Makam Proklamator RI Bung Karno dan Presiden RI Ke-4 Gus Dur
Turut hadir bersama rombongan, Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda Jawa Timur, serta Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang memimpin doa selama prosesi ziarah.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ziarah ke makam Gus Dur dan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai toleransi, pluralisme, kebangsaan, dan kemanusiaan yang diwariskan kedua tokoh tersebut.
“Semasa hidupnya, Gus Dur selalu mengajarkan pentingnya toleransi, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Melalui ziarah ini, kita diajak untuk kembali memaknai pentingnya kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Menurut Khofifah, Gus Dur tidak hanya dikenang sebagai tokoh pluralisme, tetapi juga sebagai pejuang kemanusiaan yang memperjuangkan hak-hak seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang agama, suku, ras maupun golongan.
“Siapa pun mengetahui betapa gigihnya perjuangan Gus Dur dalam merawat keberagaman dan menghargai perbedaan. Namun sesungguhnya Gus Dur lebih senang disebut sebagai Bapak Kemanusiaan,” katanya.
Khofifah menambahkan, pandangan tersebut tercermin pada kalimat yang tertulis di batu nisan Gus Dur, yakni “Di sini berbaring seorang pejuang kemanusiaan”, yang menjadi pengingat akan warisan besar nilai kemanusiaan bagi bangsa Indonesia.
Di sisi lain, Gubernur Khofifah menyebut semangat yang diwariskan para tokoh bangsa juga sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, yakni “Polri untuk Masyarakat”.
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengayomi masyarakat dengan pendekatan yang humanis.
“Dirgahayu Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin dekat dengan masyarakat, terus mengedepankan pendekatan yang humanis, serta senantiasa melindungi dan mengayomi masyarakat dengan hati nurani,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa rangkaian ziarah ke makam para tokoh bangsa merupakan bagian dari tradisi Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
Menurutnya, ziarah tersebut menjadi sarana untuk menyerap dan menggali nilai-nilai perjuangan serta kepemimpinan para pendiri bangsa sebagai spirit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.