news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026.
Sumber :
  • tim tvone - tim tvone

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Digelar Megah, Tampilkan Motif Batik Berkelas Dunia

Bojonegoro Wastra Batik Festival, ajang kekayaan budaya daerah melalui karya para perajin batik, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai produk unggulan lokal. 
Rabu, 24 Juni 2026 - 16:28 WIB
Reporter:
Editor :

Bojonegoro, tvOnenews.com – Bojonegoro Wastra Batik Festival merupakan ajang yang menampilkan kekayaan budaya daerah melalui karya para perajin batik, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai produk unggulan lokal. 

Mengusung tema Wastrane Bojonegoro Membumi Lan Ngamboro Ing Bawono, BWBF 2026 digelar selama empat hari, mulai 17 sampai 20 Juni 2026. Tak hanya menampilkan pameran batik dan produk UMKM, festival ini juga menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kompetitif untuk berbagai kalangan. Mulai dari workshop, talkshow, hingga beragam kompetisi yang melibatkan anak-anak, remaja, dan masyarakat umum.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Alun-alun Bojonegoro kembali menjadi pusat perayaan. Di ruang terbuka ini, tradisi dan kreativitas bertemu dalam satu panggung besar. Pada hari pertama, pameran wastra sudah ramai dikunjungi masyarakat. Sementara menjelang malam, suasana alun-alun berubah menjadi lebih meriah saat rangkaian Opening Ceremony dimulai//

Kesenian cucuk lampah dari sanggar tari angling darmo/ binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, menjadi pembuka yang mengantarkan para tamu undangan menuju area utama acara. 

Acara dihadiri Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak, Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta sejumlah kepala daerah dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mengenalkan batik Bojonegoro ke jangkauan yang lebih luas,

“Jadi hari ini tahun ini kita festival batik yang ketiga harapannya tentu dengan festival ini kita mampu yang pertama untuk mengenalkan kepada dunia bahwa Bojonegoro itu punya sejarah, punya seni budaya filosofi dn kearifan lokal yang semuanya tercetak dalam motif batik yang kedepannya membuat harapan bagi para perajin batik untuk terus berinovasi dan berimprovisasi, juga mampu untuk mengembangkan diri menjadi Bojonegoro kampung batik,” ungkap Bupati Wahono. 

Beragam karya batik yang tersaji di BWBF 2026 memiliki cerita berbeda. Ada yang menyuguhkan batik tulis, kriya, aksesoris, hingga beragam produk kreatif hasil karya anak bangsa.

Sebanyak 69 stand pameran menjadi tempat para perajin menampilkan karya terbaiknya. Pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses lahirnya sebuah karya. Dari goresan canting di atas kain, helai demi helai benang tenun, hingga proses melukis wastra yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Di tengah ramainya pameran, batik khas Bojonegoro menjadi salah satu yang paling mudah dikenali. Motif-motifnya tak hanya menawan secara visual, namun juga menyimpan filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono menyebut, kekuatan batik Bojonegoro terletak pada nilai filosofi dan identitas lokal yang melekat di setiap motifnya.

“Jadi kalau batik bojonegoro, motif-motifnya itu lebih mengambil dari kekayaan alam yang ada di Bojonegoro. Jadi ada nilai-nilai sejarah, ada budaya, dan juga ada kebanggaan. Seperti yang saya pakai ini, ini adalah motif Sri Wuming. Sri Wuming itu adalah perpaduan dari cinta kasih, keseimbangan alam, dan keharmonisan di dalam rumah tangga. Jadi ada perpaduan, dua insan menjadi satu. Harapan kami Batik Bojonegoro ada di kegiatan-kegiatan atau acara-acara formal, ini juga sekaligus kebanggaan saya, dan mendorong UMKM atau pembatik Bojonegoro supaya menjadi kebanggaan,” ungkap Cantika Wahono. 

Pelestarian batik tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan kesejahteraan para perajinnya. Sebab bagi para perajin, batik adalah sumber penghidupan. Ada tenaga, waktu, dan harapan yang dititipkan dalam setiap lembar karya yang mereka hasilkan.

“Batik Bojonegoro yang paling saya suka adalah yang bermotif kayu jati atau daun jati dan yang kedua adalah meliwis mukti yang mana meliwis mukti ini berasal dari angling darmo pada waktu itu menjelma dan berubahlah menjadi meliwis putih. Maka ini menjadi sebuah inspirasi yang kuat semangat pantang menyerah dan menjadikan kita kekuatan bahwa dengan perjuangan tentu kita akan sukses,” cerita Wabup Nurul. 

Total, sebanyak 108 stand turut meramaikan penyelenggaraan festival tahun ini. Ramainya pengunjung menjadi angin segar bagi para pelaku usaha yang ikut berpartisipasi.

Selama empat hari penyelenggaraan, perputaran ekonomi yang tercipta mencapai 1,4 miliar rupiah. BWBF 2026 menjadi bukti bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. (hen)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:09
01:39
05:35
03:36
12:21
05:10

Viral