news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim.
Sumber :
  • tim tvOne

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, BI dan Pemprov Kejar Target 8 Persen

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia meluncurkan tiga instrumen strategis untuk memperkuat akselerasi ekonomi daerah.
Jumat, 26 Juni 2026 - 08:48 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia meluncurkan tiga instrumen strategis untuk memperkuat akselerasi ekonomi daerah. Ketiga instrumen tersebut adalah Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Forum Investasi Jawa Timur.

Peluncuran berlangsung dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6/2026). Langkah ini bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,61 persen dan rata-rata Pulau Jawa yang berada di level 5,79 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menjelaskan tugas masing-masing instrumen tersebut.

TP2ED menjadi pusat koordinasi lintas sektor, dengan evaluasi kinerja setiap minggu keempat setiap bulan agar program berjalan tepat sasaran. TPAKD bertugas memperluas akses layanan keuangan dan pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku UMKM.

Sementara itu, Forum Investasi Jawa Timur menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mengatasi hambatan investasi serta mendongkrak realisasi penanaman modal.

“Kinerja ekonomi Jawa Timur menunjukkan fundamental yang kuat. Pertumbuhan mampu melampaui nasional dengan inflasi yang tetap terkendali. Ini menjadi modal penting untuk mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujar Ibrahim.

Pertumbuhan positif tersebut ditopang kuatnya permintaan dalam negeri.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,89 persen, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) naik 7,65 persen, sedangkan konsumsi pemerintah melonjak hingga 23,3 persen.

Dari sisi lapangan usaha, penyumbang terbesar berasal dari sektor perdagangan, akomodasi dan kuliner, pertanian, serta konstruksi yang didukung momentum Ramadan, Idulfitri, dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Secara nasional, Jawa Timur menyumbang sekitar 14,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 25,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Jawa. Capaian tersebut menegaskan posisi Jawa Timur sebagai lokomotif ekonomi utama.

Meski kondisinya membaik, Ibrahim mengingatkan adanya risiko perlambatan ekspor komoditas seperti emas perhiasan, tembaga, kayu, dan produk kimia akibat ketidakpastian ekonomi global.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:23
11:26
00:56
08:23
01:03
05:05

Viral