- tim tvone - sandi irwanto
84 Jamaah Haji Debarkasi Surabaya Wafat, Komorbid dan Kelelahan Jadi Faktor Dominan
Surabaya, tvOnenews.com - Hingga saat ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Debarkasi Surabaya mencatat total 84 jamaah haji meninggal dunia. Mayoritas jamaah yang wafat merupakan kelompok berisiko tinggi dengan penyakit penyerta atau komorbid, yang diperberat oleh kelelahan dan kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci.
Hingga Jumat (26/6) pagi, PPIH Debarkasi Surabaya mencatat sebanyak 84 jamaah haji meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 77 jamaah wafat di Arab Saudi, enam jamaah meninggal di Debarkasi Surabaya, dan satu jamaah meninggal saat masih berada di embarkasi.
Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya bersama Balai Besar Karantina Kesehatan Surabaya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para jamaah haji.
"Seluruh jamaah yang wafat doakan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Rosidi Roslan, Kabid Kesehatan Debarkasi Surabaya.
Berdasarkan evaluasi petugas kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, mayoritas jamaah yang meninggal merupakan kelompok berisiko tinggi dengan riwayat penyakit hipertensi, jantung, dan diabetes.
“Kondisi tersebut dipicu oleh beratnya aktivitas fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji, perjalanan panjang, serta paparan cuaca panas ekstrem di Arab Saudi,” ungkapnya.
Selain itu, kata Rosidi, kondisi kesehatan jamaah yang telah kembali ke tanah air juga masih menjadi perhatian petugas. Hingga saat ini, tercatat 23 jamaah dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya, 23 jamaah lainnya dirujuk ke rumah sakit di daerah masing-masing.
"Sementara itu, masih terdapat sekitar 32 jamaah haji Debarkasi Surabaya yang menjalani perawatan di Arab Saudi. Sebagian besar mengalami gangguan pernapasan, ISPA, dan penyakit jantung yang memerlukan penanganan medis lanjutan," ungkapnya.
Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya mengimbau calon jamaah haji pada musim haji mendatang untuk melakukan persiapan kesehatan sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit komorbid.
"Langkah ini kami nilai penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman dan optimal," pungkasnya. (msi/hen)