news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas.
Sumber :
  • tim tvOne

BPH Migas Ungkap Penyebab Antrean BBM di Surabaya dan Gresik, Distribusi Kini Normal

BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga terus melakukan langkah percepatan distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat, terutama sektor logistik, terpenuhi dengan baik.
Kamis, 2 Juli 2026 - 09:02 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com - Kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di sejumlah wilayah Surabaya dan Gresik, Jawa Timur, berangsur membaik setelah sempat terjadi antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Pertamina Patra Niaga (PPN) terus melakukan langkah percepatan distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat, terutama sektor logistik, terpenuhi dengan baik.

Guna memastikan hal tersebut, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas turun langsung ke lapangan untuk memantau ketersediaan dan penyaluran BBM subsidi, khususnya Bio Solar bagi kendaraan angkutan logistik dan kendaraan pribadi. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) kini telah jauh berkurang.

Pemantauan dilakukan di sejumlah SPBU yang berlokasi di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Asem Rowo, Surabaya, serta SPBU di Kecamatan Kebomas di Gresik 

“Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini (kendaraan) sudah sangat melandai. Rerata saat ini antrean sekitar 5-6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” ujar Wahyudi ditemui di Integrated Terminal (IT) Surabaya, Rabu (01/07/2026).

Menurutnya, Surabaya dan Gresik merupakan wilayah penghubung utama yang memiliki aktivitas logistik cukup tinggi, terutama dari Pelabuhan Tanjung Perak. Tingginya lalu lintas kendaraan barang dan distribusi logistik menyebabkan kebutuhan BBM pada sejumlah SPBU meningkat.

“Angkutan barang yang datang dari pelabuhan, kapal-kapal yang merapat di pelabuhan Tanjung Perak maupun di Gresik rata-rata intensitasnya terjadi kenaikan yang cukup signifikan mulai 22-26 Juni 2026. Dan, titik SPBU yang menjadi perhatian berada di SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik,” ungkapnya. 

Untuk mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah langkah, di antaranya penambahan operasional mobil tangki selama 24 jam, percepatan pengiriman BBM, serta penerapan skema Reguler, Alternative and Emergency (RAE).

“Perlu kita cermati pada saat peak season tadi, Pertamina Patra Niaga ternyata sudah mengirimkan Delivery Order (DO) pengiriman BBM yang seharusnya akan dikirim hari ini, ternyata lebih cepat dua hari. Penambahan tersebut dari SPBU bisa mencapai 20%. Dan untuk RAE, penyaluran BBM di Surabaya dibantu dari FT Tuban dan FT Madiun. Sementara untuk FT Tuban di-cover dari IT Pengapon Semarang, dan untuk FT Madiun di-cover dari FT Boyolali,” ucapnya.

Selain aktivitas logistik, peningkatan kebutuhan BBM juga dipengaruhi masa libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat menuju Surabaya melalui jalur darat, udara, dan laut.

“Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menggunakan BBM Subsidi (Bio Solar) dan kompensasi (Pertalite) secara bijak dan wajar,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menyampaikan kondisi penyaluran BBM di wilayah Surabaya dan sekitarnya telah kembali berjalan normal. Menurutnya, langkah mitigasi perlu diperkuat agar kondisi serupa tidak terulang.

“Alhamdulillah dengan melihat kondisi sekarang sudah berangsur normal. Karena ini (antrean BBM) adalah isu nasional, ke depannya diupayakan ada antisipasi terlebih dahulu, jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi kembali. BPH Migas bersama dengan PPN terus berupaya untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran,” terangnya.

Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Area Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Daniel juga memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman. Untuk memperkuat distribusi, pihaknya menambah 15 Mobil Tangki (MT) guna mempercepat pasokan ke SPBU yang membutuhkan.

“Untuk antrean memang masih ada, tetapi masih dalam taraf yang normal. Kami juga menambahkan layanan operasional 15 MT spot charter dari 226 MT yang telah tersedia di Integrated Terminal Surabaya yang akan menyalurkan kepada SPBU yang sedang membutuhkan pasokan BBM,” pungkasnya.

Pemantauan turut didampingi perwakilan Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian ESDM, Region Manager Corporate Sales PPN Jatimbalinus Pande Made Andi Suryawan, IT Manager Surabaya Indriati Purba Lestari, dan Sales Area Manager PPN Area Surabaya Jalu Tarwoco. (gol)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:04
05:04
02:32
02:19
00:56
01:00

Viral