news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Depo Kalimas di Jalan Kalimas Baru, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.
Sumber :
  • tim tvOne

Depo Kalimas di Tanjung Perak Mulai Beroperasi, Layani Stuffing dan Stripping Kontainer

PT Sarana Bandar Nasional (SBN) meresmikan Depo Kalimas di Jalan Kalimas Baru, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jumat (3/7).
Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:42 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com - PT Sarana Bandar Nasional (SBN) meresmikan Depo Kalimas di Jalan Kalimas Baru, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jumat (3/7/2026). Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung layanan logistik, khususnya proses stuffing dan stripping kontainer yang menjadi bagian dari operasional angkutan barang menggunakan kapal PELNI.

Direktur Utama PT Sarana Bandar Nasional, Sukendra, mengatakan keberadaan depo baru dibutuhkan seiring meningkatnya aktivitas pengiriman barang melalui jalur laut, baik untuk melayani kapal penumpang, kapal tol laut, maupun rencana pengoperasian armada baru PELNI.

Menurutnya, sebelum kontainer diberangkatkan, muatan harus dimasukkan ke dalam kontainer melalui proses stuffing. Sementara setelah kontainer tiba di pelabuhan tujuan, muatan dikeluarkan melalui proses stripping. Kedua proses tersebut merupakan bagian dari layanan yang disediakan perusahaan pelayaran bagi pelanggan.

“Sebagai anak perusahaan PELNI, kami bertugas menangani proses pemuatan kontainer maupun general cargo. Karena itu kami harus menyediakan area khusus bagi pelanggan untuk melakukan stuffing dan stripping sebelum kontainer diberangkatkan,” ujar Sukendra.

Ia menjelaskan, selama ini PT Sarana Bandar Nasional telah mengoperasikan depo di kawasan Prapat Kurung yang melayani lima kapal tol laut dan kapal penumpang. Namun, meningkatnya aktivitas operasional membuat kapasitas depo tersebut dinilai tidak lagi mencukupi, terutama saat terdapat dua kapal yang berangkat dalam waktu bersamaan.

Untuk menambah kapasitas layanan, perusahaan memanfaatkan lahan yang disediakan Pelindo di kawasan Kalimas. Dari total lahan sekitar 5.000 meter persegi, sekitar separuhnya telah digunakan sebagai area operasional depo.

Sukendra mengatakan, penyediaan Depo Kalimas juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi pengoperasian kapal-kapal baru PELNI yang dirancang tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga kontainer.

Menurutnya, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung distribusi barang serta aktivitas perdagangan antardaerah.

“Saat kapal-kapal baru mulai beroperasi, kebutuhan depo akan semakin besar. Karena itu kami mempersiapkan fasilitas ini sejak sekarang agar pelayanan kepada pelanggan tetap optimal,” katanya.

Saat ini, PT Sarana Bandar Nasional menangani arus sekitar 8.000 hingga 10.000 kontainer setiap tahun di Surabaya. Volume tersebut diperkirakan meningkat seiring penambahan armada kapal dan trayek tol laut.

Apabila jumlah kapal bertambah, perusahaan juga berencana menambah kapasitas depo dengan kebutuhan lahan sekitar 5.000 hingga 6.000 meter persegi.

“Kami akan mengikuti perkembangan jumlah kapal. Kalau armada bertambah, tentu kapasitas depo juga harus diperluas. Kami akan terus berkoordinasi dengan Pelindo agar kebutuhan lahan dapat dipenuhi,” jelasnya.

Selain itu, Sukendra menilai lokasi depo yang berada di dalam kawasan pelabuhan dapat mengurangi biaya logistik karena jaraknya lebih dekat dengan dermaga.

“Kalau depo berada di luar pelabuhan, biaya trucking akan jauh lebih mahal. Dengan depo berada di dalam kawasan pelabuhan, efisiensi biaya bisa mendekati 15 persen sehingga tidak membebani pelanggan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Depo Kalimas tidak difungsikan sebagai gudang penyimpanan jangka panjang, melainkan sebagai area transit untuk proses stuffing dan stripping. Setelah proses tersebut selesai, kontainer dipindahkan ke lini satu di kawasan Terminal Mirah sebelum dimuat ke atas kapal.

Peresmian Depo Kalimas diharapkan dapat mendukung kelancaran proses penanganan kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, seiring meningkatnya aktivitas distribusi barang melalui angkutan laut. (gol)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral