Gandeng Organisasi Keagamaan, Bulog Suntik Modal Untuk Perluas Jaringan Pangan di Surabaya
- tvOne - Syamsul Huda
Surabaya, tvOnenews.com – Perum Bulog memperluas kemitraan dengan masyarakat melalui penyaluran bantuan modal kepada 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai organisasi keagamaan di Surabaya. Bantuan tersebut digunakan untuk mendirikan outlet Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko menjelaskan bahwa keterlibatan komunitas keagamaan dalam pengembangan RPK diharapkan mampu memperkuat jalur distribusi pangan hingga ke tingkat masyarakat. Menurutnya, semakin luas jaringan RPK semakin efektif pula upaya menjaga ketersediaan bahan pangan dan mengendalikan harga di pasaran.
"Melalui program ini kami ingin masyarakat ikut berperan dalam rantai distribusi pangan. Kehadiran RPK di berbagai komunitas akan mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok," ujar Rahmanto di Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur.
Ia menambahkan, Jawa Timur saat ini menjadi salah satu wilayah dengan jaringan RPK terbesar. Tercatat sekitar 4.600 outlet telah aktif beroperasi dan akan terus diperluas seiring meningkatnya kebutuhan distribusi pangan.
Selain memberikan bantuan modal, Bulog juga menyiapkan program pembinaan bagi seluruh mitra RPK. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, evaluasi perkembangan usaha, hingga pemantauan tingkat penjualan agar usaha yang dijalankan mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Kami ingin para penerima bantuan benar-benar berhasil menjalankan usahanya. Karena itu akan ada pendampingan secara berkala, termasuk melihat perkembangan penjualan dan repeat order sebagai indikator pertumbuhan bisnis," katanya.
Perluasan jaringan RPK juga menjadi bagian dari strategi bisnis Bulog dalam meningkatkan pemasaran produk pangan khususnya beras medium, premium, maupun beras pecah. Dalam dua hingga tiga tahun mendatang Bulog menargetkan komersialisasi sekitar dua juta ton beras melalui jaringan distribusi yang semakin luas.
Guna mendukung target tersebut Bulog akan terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pondok pesantren, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga kelompok PKK.
"Siapa pun dapat menjadi mitra RPK. Semakin banyak jaringan yang terbentuk, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat," jelasnya.
Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa memberikan apresiasi atas langkah Bulog yang dinilai tidak hanya memperkuat distribusi pangan, tetapi juga membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat.
Menurut Endy sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN sangat dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga.
"Kami mengapresiasi inisiatif Perum Bulog melalui program TJSL ini. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk menciptakan lebih banyak pelaku usaha baru sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Jawa Timur," ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai BUMN maupun instansi lainnya agar semakin banyak program pemberdayaan ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat. (sha/ias)
Load more