news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buruh saat mendirikan tenda keprihatinan di depan kantor Disnaker Jombang.
Sumber :
  • Rohmadi

Buruh Korban PHK Massal PT SGS Jombang Dirikan Tenda Keprihatinan di Depan Disnaker, Tuntut Mediasi Segera Digelar

Puluhan buruh PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Jombang yang terdampak PHK massal mendirikan tenda keprihatinan di depan Kantor Disnaker Jombang, Jumat (17/7)
Jumat, 17 Juli 2026 - 16:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com – Puluhan buruh PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Jombang yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal mendirikan tenda keprihatinan di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Jumat (17/7/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus desakan agar pemerintah segera memfasilitasi mediasi antara pekerja dan pihak perusahaan.

Para buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ), Serikat Buruh Plywood Indonesia (SBPI), dan Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) menggelar aksi di halaman Kantor Disnaker Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim.

Selain berorasi, para pekerja mendirikan tenda darurat dari terpal dan memasang sejumlah poster berisi tuntutan serta penolakan terhadap kebijakan PHK massal yang dilakukan perusahaan.

Ketua SBPJ, Hadi Purnomo, mengatakan jumlah pekerja yang terdampak PHK terus bertambah. Berdasarkan data terbaru, total pekerja yang kehilangan pekerjaan mencapai 1.286 orang.

Menurutnya, dari jumlah tersebut masih terdapat 52 pekerja yang tetap bertahan memperjuangkan hak-haknya karena menilai PHK yang dilakukan perusahaan tidak memiliki dasar yang jelas dan merugikan pekerja.

"Sekarang jumlah pekerja yang terdampak sudah mencapai 1.286 orang. Dari jumlah itu masih ada 52 orang yang bertahan memperjuangkan haknya karena merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut," ujar Hadi di sela aksi.

Selain mempersoalkan alasan PHK, para buruh juga menyoroti mekanisme pembayaran pesangon yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Mereka mengaku hanya menerima pesangon sebesar 50 persen dari hak yang seharusnya diterima, dengan skema pembayaran dicicil selama 10 bulan.

"Kami meminta ada penyelesaian yang adil. Persoalan ini harus segera dimediasi agar hak-hak pekerja bisa terpenuhi sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di depan kantor Disnaker. Sejumlah perwakilan buruh juga melakukan dialog dengan pihak dinas untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus PHK massal PT SGS dan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi perhatian serius mengingat jumlah pekerja yang terdampak cukup besar.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi karena persoalan ini sudah menjadi atensi. Kami berharap ada solusi terbaik yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak," kata Isawan.

Disnaker, lanjutnya, akan berupaya memfasilitasi proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial sesuai mekanisme yang berlaku agar permasalahan tidak berlarut-larut.

Sementara itu, para buruh menegaskan tidak akan membubarkan aksi dan akan tetap bertahan di tenda keprihatinan hingga ada kepastian mengenai pelaksanaan mediasi serta penyelesaian tuntutan mereka.

Kasus PHK massal di PT SGS Jombang menjadi salah satu persoalan ketenagakerjaan terbesar di Kabupaten Jombang tahun ini. Selain berdampak pada ribuan pekerja dan keluarganya, kasus tersebut juga menjadi perhatian berbagai pihak karena menyangkut hak-hak buruh serta keberlangsungan hubungan industrial di daerah. (roi/far)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
04:23
02:55
01:22
01:15
02:16

Viral