- tim tvOne
Menteri LH Minati Inovasi Mesin Pengolahan Limbah Sisa Makanan MBG Jadi Pupuk Kompos
Jumhur menilai, teknologi tersebut tidak hanya mampu mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis karena biaya pengadaannya dinilai cukup terjangkau.
"Apalagi harganya sangat masuk akal. Menurut saya ini sangat berpotensi untuk dikolaborasikan bersama MBG," imbuhnya.
Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menyebutkan inovasi yang mendapat perhatian Menteri adalah Compostech yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos secara signifikan.
Apabila komposter konvensional membutuhkan waktu hingga satu bulan, Compostech mampu mengolah limbah makanan menjadi kompos hanya dalam waktu delapan hingga 20 jam melalui sistem pemanasan dan pengadukan otomatis.
"Pak Menteri melihat komposter ini sangat potensial diterapkan di dapur MBG karena setiap hari pasti ada sisa makanan yang menjadi limbah. Dengan teknologi ini proses pengolahannya jauh lebih cepat dibanding komposter biasa," tuturnya. (far)