news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral Ribuan “Pejuang Garis II” Rela Menginap Demi Kurma Muda Gratis di Mojokerto, Ada yang Dari Luar Pulau!.
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram rumpi gosip

Viral Ribuan “Pejuang Garis II” Rela Menginap Demi Kurma Muda Gratis di Mojokerto, Benarkah Bisa Bantu Promil?

Ribuan pejuang garis II rela menginap demi mendapatkan kurma muda gratis di Mojokerto. Buah ini dipercaya membantu promil, tetapi apa kata penelitian?
Senin, 10 Agustus 2026 - 17:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ribuan warga dari berbagai daerah rela datang sejak dini hari, bahkan sebagian memilih bermalam, demi mendapatkan kurma muda gratis di Masjid Al-Mubarok, Jalan Riyanto, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. 

Fenomena ini kembali viral di media sosial setelah antrean panjang terlihat memenuhi kawasan masjid pada Sabtu (8/8/2026). Namun, di balik padatnya antrean tersebut, ada cerita lain: mereka datang bukan sekadar memburu buah gratis, melainkan membawa harapan untuk segera mendapatkan momongan.

Mereka yang datang kemudian ramai disebut sebagai “pejuang garis II”, istilah yang merujuk pada pasangan yang tengah menjalani ikhtiar memiliki keturunan. 

Kurma muda dari pohon yang tumbuh di halaman Masjid Al-Mubarok dipercaya masyarakat memiliki khasiat tertentu untuk mendukung program hamil

Tak heran, warga dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar Pulau Jawa rela menempuh perjalanan jauh. Bahkan, sebagian di antaranya menginap agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh kupon pembagian kurma.

Ribuan Orang Rela Menginap, Kupon Kurma Muda Disiapkan 3.000 Lembar

Melansir unggahan Instagram @rumpi_gosip, antrean pembagian kurma muda di Masjid Al-Mubarok disebut membludak. Fenomena tersebut juga menjadi perhatian karena kedatangan warga tidak hanya berasal dari sekitar Mojokerto.

Panitia pelaksana, Agung, mengatakan masyarakat mulai berdatangan sejak Jumat (7/8/2026) malam. Sebagian pengunjung bahkan berasal dari luar pulau.

“Pengunjung sudah mulai berdatangan sejak Jumat malam kemarin. Bahkan ada yang datang dari Kalimantan dan luar pulau lainnya. Panitia telah menyediakan tempat persinggahan khusus untuk para tamu yang datang dari jauh,” ujar Agung.

Untuk mengantisipasi tingginya jumlah warga, takmir dan panitia masjid menyiapkan sekitar 3.000 kupon. Buah kurma yang tumbuh di halaman masjid juga disebut sedang berbuah cukup lebat.

“Untuk tahun ini panitia menyediakan kurang lebih 3.000 kupon. Alhamdulillah, tahun ini pohon kurma yang tumbuh di depan masjid buahnya cukup lebat. Semoga mencukupi untuk para tamu nantinya,” kata panitia.

Antusiasme tersebut membuat sejumlah warga memilih menginap di hotel maupun tempat persinggahan di sekitar lokasi. Tujuannya sederhana: memastikan mereka bisa mengikuti pembagian kupon dan mendapatkan kurma yang diyakini menjadi bagian dari ikhtiar mendapatkan keturunan.

Benarkah Kurma Muda Bisa Membantu Program Hamil?

Kepercayaan terhadap kurma sebagai bagian dari ikhtiar kesuburan memang bukan tanpa dasar penelitian. Namun, penting membedakan antara kurma sebagai makanan bernutrisi dan klaim bahwa kurma muda secara langsung dapat membuat seseorang hamil.

Sebuah systematic review yang terbit pada 2025 meninjau 21 penelitian mengenai produk buah kurma pada berbagai tahap kehidupan perempuan. 

Kajian tersebut menemukan adanya potensi pengaruh positif konsumsi kurma terhadap sejumlah parameter kesehatan reproduksi dan fungsi seksual pada perempuan usia reproduktif.

Meski demikian, bukti tersebut belum berarti kurma muda merupakan obat kesuburan atau terbukti meningkatkan peluang kehamilan secara langsung. 

Kajian ilmiah tentang kurma masih memiliki keterbatasan dan diperlukan penelitian klinis yang lebih kuat untuk memastikan manfaatnya terhadap fertilitas.

Dengan kata lain, kurma dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tidak tepat jika dianggap sebagai terapi utama untuk pasangan yang mengalami infertilitas. 

Faktor kesuburan jauh lebih kompleks dan dapat melibatkan kondisi reproduksi perempuan maupun laki-laki.

Menariknya, sebagian penelitian justru lebih banyak menemukan manfaat kurma pada kehamilan dan proses persalinan, bukan pada keberhasilan terjadinya pembuahan. 

Meta-analisis menemukan konsumsi kurma pada akhir kehamilan berhubungan dengan beberapa indikator persalinan, seperti pematangan serviks dan berkurangnya kebutuhan induksi. Namun, peneliti juga menekankan bahwa kualitas bukti secara keseluruhan masih terbatas. 

Ikhtiar “Pejuang Garis II” Tetap Perlu Dibekali Pengetahuan

Fenomena di Mojokerto memperlihatkan bagaimana harapan memiliki anak dapat mendorong pasangan melakukan berbagai bentuk ikhtiar. 

Bagi sebagian warga, mendapatkan kurma muda dari Masjid Al-Mubarok bukan semata soal buah, tetapi juga bagian dari keyakinan, doa, dan usaha yang mereka jalani.

Diana, salah satu warga yang datang dari luar daerah, bahkan memilih menginap di hotel sekitar lokasi agar tidak terlambat mengikuti pembagian kupon.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa program hamil sebaiknya tidak hanya bertumpu pada satu jenis makanan. 

Pola hidup sehat, kecukupan gizi, menjaga berat badan, menghindari rokok dan alkohol, serta mengetahui masa subur merupakan bagian penting dalam upaya memperoleh kehamilan.

Bagi pasangan yang sudah lama mencoba tetapi belum berhasil, evaluasi medis juga penting dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Kesuburan bukan hanya persoalan perempuan, tetapi juga dapat dipengaruhi faktor reproduksi laki-laki.

Jadi, apakah kurma muda bisa membantu pasangan “garis II”? Boleh menjadi bagian dari ikhtiar dan pola makan sehat, tetapi belum ada bukti kuat bahwa kurma muda secara khusus dapat menjadi penentu keberhasilan program hamil.

Pada akhirnya, ribuan orang yang datang ke Mojokerto membawa tujuan yang sama: berharap. Kurma mungkin hanya salah satu bagian dari perjalanan itu. Selebihnya adalah doa, usaha, pengetahuan, dan tentu saja kesabaran menunggu kabar yang paling mereka nantikan. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:50
02:12
01:13
01:26
01:32
03:29

Viral