news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peresmian 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih.
Sumber :
  • tim tvOne

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk, Hubungkan 40 Desa

Gubernur Jatim Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengikuti peresmian 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersama Presiden Prabowo.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:17 WIB
Reporter:
Editor :

Nganjuk, tvOnenews.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengikuti peresmian 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih TNI AD bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual dari Jembatan Perintis Garuda, Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8).

Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng dinilai memiliki peran penting karena menghubungkan 40 desa yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pace dan Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Jembatan sepanjang 18 meter dengan lebar 1,8 meter tersebut memiliki kapasitas beban maksimal 3,5 ton dan batas kecepatan melintas 10 km/jam.

Menurut Gubernur Khofifah, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya membuka akses antarwilayah, tetapi juga memudahkan aktivitas masyarakat. Akses menuju sekolah, pusat kegiatan ekonomi, fasilitas kesehatan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari menjadi lebih cepat.

Di Jawa Timur sendiri, pembangunan Jembatan Perintis Garuda mencapai 270 unit.

“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Khofifah menilai pembangunan jembatan juga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi desa. Akses yang lebih baik membuat distribusi hasil pertanian, peternakan, dan produk usaha masyarakat menjadi lebih mudah.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” terangnya.

Khofifah juga menyebut pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pembangunan dari desa. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.

“Ini adalah bentuk nyata bagaimana pembangunan memberikan kemudahan dan percepatan akses bagi mobilitas masyarakat kampung dan desa. Anak-anak juga bisa lebih cepat dan aman menempuh perjalanan dari rumah menuju sekolah,” katanya.

Menurut Khofifah, Program Jembatan Merah Putih Presisi menunjukkan peran Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, terutama bagi masyarakat di wilayah perdesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral