- tim tvone - rohmadi
Lahir Tepat HUT Ke-81 RI, Enam Bayi Jadi Kado Kemerdekaan dari RSUD Jombang
Jombang, tvOnenews.com — Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi enam keluarga di Kabupaten Jombang. Tepat pada Senin (17/8/2026), enam bayi lahir dengan selamat di RSUD Jombang.
Kelahiran keenam bayi tersebut berlangsung sepanjang pagi hingga siang. Dua bayi lahir melalui persalinan spontan, sedangkan empat lainnya dilahirkan melalui operasi seksio sesarea (SC). Kepala Ruang Drupadi RSUD Jombang, Dwi Estu Wulyani, mengatakan enam persalinan tercatat bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2026.
"Alhamdulillah sampai dengan saat ini ada enam pasien yang melahirkan di tanggal cantik, tanggal 17 Agustus 2026. Ada dua bayi yang lahir spontan dan ada empat bayi yang lahir dengan operasi seksio sesarea,” ujar Dwi saat ditemui di Ruang Drupadi RSUD Jombang.
Dari enam bayi tersebut, komposisi jenis kelaminnya seimbang, tiga bayi laki-laki dan tiga bayi perempuan lahir pada hari yang sama dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
RSUD Jombang pun memberikan bingkisan kepada masing-masing keluarga sebagai bentuk apresiasi atas kelahiran bayi yang bertepatan dengan momentum istimewa tersebut.
Bayi pertama lahir dari Ny Aliyah, warga Desa Dukuh Dimoro, Kecamatan Mojoagung. Bayi tersebut lahir secara spontan pada pukul 00.17 WIB dengan berat 1.955 gram dan panjang 47 sentimeter.
Tak lama setelah itu, bayi laki-laki dari Ny Erna, warga Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, lahir secara spontan pada pukul 08.05 WIB. Bayi tersebut memiliki berat 3.190 gram dan panjang 49 sentimeter.
Bayi dari Ny Mita, warga Watugaluh, Kecamatan Diwek, lahir pukul 07.58 WIB. Bayi perempuan tersebut memiliki berat 2.870 gram dan panjang 48 sentimeter.
Kemudian bayi perempuan dari Ny Imro'atul Imamah, warga Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, lahir pukul 08.31 WIB. Beratnya 3.010 gram dengan panjang 50 sentimeter.
Selanjutnya, bayi laki-laki dari Ny Silvia Rahayu, warga Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, lahir pukul 09.33 WIB. Bayi tersebut memiliki berat 3.540 gram dan panjang 53 sentimeter.
Sementara bayi terakhir lahir dari Ny Nurul Zainatur, warga Jalan Kapten Tendean, Sengon. Bayi perempuan tersebut lahir pukul 09.53 WIB, dengan berat 2.250 gram dan panjang 47 sentimeter.
Enam kelahiran pada satu momentum nasional itu pun menjadi cerita tersendiri bagi keluarga masing-masing. Bagi mereka, tanggal 17 Agustus tahun ini bukan hanya tentang merah putih dan perayaan kemerdekaan, tetapi juga tentang hadirnya anggota keluarga baru.
Dwi berharap keenam bayi tersebut tumbuh sehat dan kelak menjadi generasi yang memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia.
“Harapan saya adalah bayi-bayi yang lahir pada tanggal ini menjadi generasi penerus bangsa yang diharapkan Indonesia untuk maju,” pungkasnya. (roi/hen)