- tim tvone - tim tvone
Ribuan Warga Ikuti Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah: Cerminan Kuatnya Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Surabaya, tvOnenews.com – Ribuan warga mengikuti rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mulai dari pengibaran hingga penurunan Bendera Merah Putih dengan antusias di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (17/8).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan dengan tertib, khidmat, serta penuh semangat. Total 4000 masyarakat umum mendapatkan undangan untuk mengikuti upacara pengibaran maupun penurunan Sang Merah Putih di Gedung Negara Grahadi.
Khofifah menilai, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat. Bahkan, sebagian masyarakat memilih hadir pada dua rangkaian upacara sekaligus, yakni pengibaran pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari.
“Antusiasme masyarakat setiap tahunnya sangat luar biasa. Ada yang ikut pagi saja, ada yang sore saja. Bahkan ada yang keduanya, sesuai undangan yang mereka dapatkan melalui akses on line,” ujar Gubernur Khofifah usai memimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Alhamdulillah semuanya kondusif, khidmat dan lancar. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk merayakan sekaligus memaknai kemerdekaan RI begitu kuat di tengah masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya.
Khofifah menambahkan, kehadiran masyarakat secara langsung bukan sekadar untuk menyaksikan prosesi upacara. Lebih dari itu, partisipasi tersebut merupakan bentuk rasa memiliki sekaligus ekspresi kuatnya nasionalisme, kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang usia dan profesi menciptakan atmosfer persatuan yang begitu hangat. Banyak di antara mereka mengenakan busana adat Nusantara. Sangat indah dan sangat meriah. Inilah Indonesia, berbeda-beda tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada Merah Putih,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, semangat kebangsaan yang ditunjukkan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat ketahanan bangsa. Karena itu, semangat tersebut harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Semangat masyarakat yang kita lihat hari ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki keyakinan, kebanggaan sekaligus kecintaan yang kuat kepada Tanah Air Indonesia. Ini merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Khofifah juga mengajak masyarakat tidak berhenti memaknai kemerdekaan sebagai perayaan tahunan. Momentum HUT ke-81 RI harus menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan dan pendiri bangsa.
Mengacu pada tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Khofifah mengatakan semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui upaya bersama untuk memperkuat kedaulatan, menghadirkan keadilan sosial, serta mewujudkan kesejahteraan yang semakin merata bagi masyarakat.
Ia pun menegaskan, kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Kedaulatan juga harus diwujudkan melalui ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, penguatan sumber daya manusia, serta ketahanan sosial dan budaya.
"Semangat masyarakat yang kita lihat hari ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa Timur adalah masyarakat yang penuh keyakinan, kebanggaan sekaligus kecintaan pada Tanah Air Indonesia. Ini adalah modal utama bagi kedaulatan itu sendiri," tegas Khofifah.
Ia melanjutkan, cita-cita keadilan dan kemakmuran membutuhkan kerja bersama, inovasi, konsistensi, serta kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional memiliki posisi strategis untuk mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
"Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama terwujudnya Kedulatan," lanjutnya.
Semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan Upacara Penurunan Sang Merah Putih yang dipimpin Gubernur Khofifah pada Senin sore. Upacara berlangsung khidmat, tertib, dan lancar dengan dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Timur, pejabat di lingkungan Pemprov Jatim, pimpinan instansi vertikal, veteran, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.
Bertindak sebagai Perwira Upacara yakni Kaprot Kogartap III/Surabaya Letkol Inf. Prasetya Hari Karyawan, S.H., M.H., sedangkan Komandan Upacara yakni Danyon Ranratfib 2 Mar Pasmar Letkol Mar Ferry Prasetiadi.
Prosesi penurunan Sang Merah Putih melibatkan Tim 8 Paskibraka Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Wiraditya Damar Satria asal Kabupaten Bojonegoro dari SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur bertugas sebagai pembentang bendera, sedangkan Brama Sakti Kumajaya asal Kabupaten Tulungagung dari SMAN 1 Karangrejo bertugas sebagai pengerek bendera.
Sementara itu, Hanin Amalia Prayoga asal Kota Kediri dari SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur bertugas sebagai pembawa baki. Adapun Fayra Berliana Putri asal Kabupaten Nganjuk dari SMAN 1 Tanjunganom bertugas sebagai Komandan Peleton (Danton).
Seluruh anggota Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur berhasil menunaikan tugas dengan baik. Kekompakan, kedisiplinan, dan ketepatan gerakan selama prosesi pengibaran maupun penurunan Sang Merah Putih mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan undangan yang hadir.
Suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak dengan penampilan Marching Band “Bhahana Swara Sangkakala Bhawana” dari SMAN 1 Kepanjen, Malang, tari kolosal “Reog Kyai Lodra”, serta persembahan siswi Sekolah Rakyat Banyuwangi yang berkolaborasi dengan paduan suara gabungan mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah mengatakan, keterlibatan generasi muda melalui seni, budaya, musik, dan berbagai kreativitas tersebut menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan. Perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi panggung untuk menunjukkan kekayaan budaya, kreativitas, persatuan, dan kebinekaan Indonesia.
Menurutnya, keberagaman yang ditampilkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Persatuan dan kerukunan menjadi fondasi penting bagi Jawa Timur untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
“Semangat persatuan harus terus kita rawat. Tantangan ke depan membutuhkan masyarakat yang guyub, rukun dan mampu bekerja bersama. Dengan persatuan yang kuat, kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus mengoptimalkan potensi Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti ketika rangkaian upacara berakhir. Nilai-nilai nasionalisme, persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja, karya, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Negara Grahadi dapat menjadi energi positif untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Jawa Timur.
“Dirgahayu Ke-81 Republik Indonesia. Mari kita rawat persatuan, kita kuatkan kolaborasi dan bersama-sama mendorong Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur,” pungkasnya. (hen)