news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Di lereng Gunung Anjasmoro, tempat kabut pagi perlahan membuka hamparan kebun kopi, para petani di Desa Wonosalam telah lama menggantungkan harapan pada sinar matahari..
Sumber :
  • Antara

UPN Veteran Jatim Dorong Transformasi Kopi Wonosalam melalui Teknologi SUNDRYER PRO dan Green Marketing

Di lereng Gunung Anjasmoro, tempat kabut pagi perlahan membuka hamparan kebun kopi, para petani di Desa Wonosalam telah lama menggantungkan harapan pada sinar matahari.
Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Di lereng Gunung Anjasmoro, tempat kabut pagi perlahan membuka hamparan kebun kopi, para petani di Desa Wonosalam telah lama menggantungkan harapan pada sinar matahari. Selama puluhan tahun, panas matahari menjadi satu-satunya andalan untuk mengeringkan biji kopi sebelum dipasarkan. Namun ketika cuaca semakin sulit diprediksi, harapan itu kerap berubah menjadi ketidakpastian. 

Proses pengeringan yang membutuhkan waktu hingga 30–35 hari tidak hanya memperlambat produksi, tetapi juga memengaruhi kualitas biji kopi. Bagi pelaku usaha pengolahan kopi Sumber Wandhe, kondisi tersebut menjadi tantangan utama dalam memenuhi permintaan pasar kopi spesialti yang semakin menuntut kualitas dan konsistensi. 

Melihat kondisi tersebut, tim dosen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur menggagas program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Pemberdayaan Usaha Pengolahan Kopi Sumber Wandhe melalui Penerapan Teknologi SUNDRYER PRO (Solar Hybrid Tunnel Dryer with Forced Convection) dan Penguatan Strategi Pemasaran Berkelanjutan." 

Program ini tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi pengering kopi berbasis energi surya hibrida, tetapi juga memperkuat strategi pemasaran hijau sebagai fondasi daya saing usaha kopi lokal. "Tujuan kami bukan sekadar mempercepat proses produksi, tetapi membangun sistem usaha yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Dr. Zainal Abidin A., S.Sos., M.Si., M.Ed., ketua tim pengabdian.

Program ini memadukan keahlian multidisiplin. Bidang rekayasa termal menghadirkan SUNDRYER PRO, sebuah sistem pengering kopi berbentuk tunnel dryer yang memanfaatkan kombinasi energi matahari, konveksi paksa, dan pemanas berbasis LPG. Teknologi tersebut dirancang agar proses pengeringan berlangsung stabil meskipun kondisi cuaca berubah, menjaga suhu optimal, sekaligus menghasilkan kualitas biji kopi yang lebih seragam. 

Pada rancangan teknologinya, alat mampu menampung hingga sekitar tiga ton kopi basah setiap siklus dengan distribusi panas yang merata. Program pengabdian dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan, hingga evaluasi keberlanjutan. Pada tahun pertama, target utama adalah pemasangan sistem pengering, pelatihan operasional, penyusunan strategi pemasaran hijau, dan pendampingan implementasinya. Tahun berikutnya diarahkan pada optimalisasi teknologi, standarisasi mutu, perluasan jaringan pasar, serta penyusunan roadmap bisnis jangka panjang. 

Tim pengabdian memperkirakan penggunaan teknologi ini mampu memangkas waktu pengeringan secara signifikan, meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi mutu kopi, sekaligus memperluas peluang pemasaran. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Sumber Wandhe sebagai mitra utama, tetapi juga oleh petani kopi lokal yang memasok hasil panen mereka. 

Lebih jauh lagi, program ini dirancang untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas, efisiensi usaha, dan penciptaan nilai tambah berbasis inovasi teknologi. Di tengah perubahan iklim dan meningkatnya persaingan pasar kopi global, masa depan kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kesuburan tanah atau kualitas panen. Ia juga bergantung pada kemampuan menghadirkan inovasi yang tetap berpijak pada kearifan lokal. 

Di Wonosalam, secangkir kopi kini membawa cerita yang lebih panjang tentang teknologi yang bekerja berdampingan dengan alam, tentang pemasaran yang mengangkat identitas desa, dan tentang upaya memastikan bahwa setiap biji kopi tidak sekadar memiliki cita rasa yang istimewa, tetapi juga memberi masa depan yang lebih baik bagi mereka yang menanamnya.(chm)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
05:04
02:13
01:19
05:09
01:29

Viral