- tim tvone - wawan sugiarto
Hari Pertama Dibuka Pasca Ditutup, Bromo Dikunjungi Ribuan Wisatawan
Probolinggo, tvOnenews.com - Setelah 13 hari ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) akhirnya kembali membuka kawasan wisata Gunung Bromo, pada Kamis (20/8). Pada hari pertama pembukaan, sebanyak 1086 wisatawan tercatat masuk ke kawasan Bromo.
Pembukaan kembali wisata Bromo tersebut tertuang dalam Pengumuman BB TNBTS Nomor PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 tentang Pembukaan Kembali Kawasan Wisata Bromo.
Dalam pengumuman tersebut disebutkan, kebakaran yang terjadi di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama 13 hari. Setelah seluruh titik api dinyatakan padam dan proses pendinginan dilakukan, tidak ditemukan lagi titik api.
Sejalan dengan pengumuman Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pada Kamis lalu, kawasan wisata Bromo kembali dibuka untuk wisatawan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.01 WIB.
"Jadi, pada hari ini merupakan hari pertama pembukaan kawasan Bromo setelah sebelumnya ditutup akibat Karhutla," kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I BB TNBTS, Septi Eka Wardani.
Septi menjelaskan, pada hari pertama pembukaan, sebanyak 1086 pengunjung masuk ke kawasan Bromo. Para pengunjung tersebut masuk melalui empat pintu, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
Meski telah dibuka, pihak TNBTS tetap siaga melakukan patroli untuk memantau setiap lokasi yang rawan terhadap Karhutla. Selain itu, mobil pemadam kebakaran juga masih terlihat berada di pintu masuk Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo.
Pihak TNBTS juga mengimbau wisatawan, pelaku wisata, hingga masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan api di dalam kawasan wisata Bromo agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Kami mengimbau kepada pengunjung, pelaku wisata, hingga masyarakat yang melintas untuk berhati-hati dalam menggunakan api. Selain saat ini masih musim kemarau, juga banyak vegetasi kering yang mudah terbakar," imbuhnya.
Sementara itu, wisatawan asal Palembang, Yayang Indriani, mengaku senang dapat berkunjung ke Bromo. Sebelum berangkat, ia sempat merasa sedih setelah mendapat kabar bahwa kawasan Bromo ditutup akibat kebakaran.
"Ini adalah kunjungan pertama saya dan pemandangan Bromo indah sekali. Harapannya, pengunjung tidak membuang puntung rokok sembarangan dan semoga kejadian kebakaran kemarin tidak terjadi lagi," katanya. (wso/hen)