- tvOne - abdul rohim
Kekeringan 4 Bulan di Bangkalan, Warga Harus Jalan 2 Km untuk Mendapatkan Air Bersih
Bangkalan, tvOnenews.com – Kekeringan di Pulau Madura, Jawa Timur, semakin meluas. Kali ini, di Kabupaten Bangkalan, sejumlah kecamatan mengalami kekeringan sejak empat bulan yang lalu hingga saat ini. Sumur milik warga desa pun saat ini sudah tidak bisa lagi digunakan karena sudah tidak ada sumber air yang keluar. Sehingga, warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk digunakan keperluan sehari-hari.
Seperti yang terjadi di Desa Gunilap, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, sejumlah warga di desa sudah kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar empat bulan dan sumur-sumur milik warga mulai mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan saat ini.
Sudah sekitar empat bulan warga di sini kesulitan air bersih, warga saat ini lebih mengirit air ketimbang lainnya, bahkan beberapa sumur yang masih menyisakan air tidak dapat dimanfaatkan. Pasalnya, kedalaman sumur mencapai sekitar 25 meter, sehingga warga kesulitan mengambil air.
"Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa berjalan hingga satu sampai dua kilometer, itu pun belum menjamin mereka bisa mendapatkan air," ungkap Suadah, warga setempat, Kamis (20/8/2026).
Musim kemarau di Bangkalan sudah berlangsung cukup lama. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ingin mendapatkan air, warga harus berjalan sekitar satu kilometer.
Menurut Sudarto, warga Desa Gunilap, air yang dibeli hanya mampu memenuhi kebutuhan selama beberapa hari. Setelah itu, mereka kembali harus mencari air bersih.
Sementara itu, warga yang memilih membeli air bersih harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Sehingga, ia juga harus membeli air bersih dari tangki untuk kebutuhan sehari-hari. "Kita tidak mungkin setiap hari ambil air di sumur. Jadi kita juga beli air di tangki seharga Rp 270 ribu dan kita dapat 7 ribu liter air," ucapnya.
Mendapatkan air bersih untuk membeli air, harganya cukup mahal, dan air tersebut hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari.
Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan air bersih, mengingat musim kemarau masih berlangsung dan sumber air di desa mereka semakin terbatas.