news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemprov Jatim Kirim 64 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.
Sumber :
  • tim tvOne

Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:22 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 64 ton logistik dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Kamis (20/8/2026) malam sebagai wujud kepedulian dan gotong royong antardaerah.

Pengiriman tahap kedua ini menyusul langkah cepat Pemprov Jatim yang sejak 16 Agustus 2026 telah mengirimkan tujuh personel tim pendahulu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

Kemudian, pada 17 Agustus dini hari, bantuan logistik awal seberat 8,4 ton beserta tim medis yang terdiri dari enam dokter juga telah dikirim menuju Ende, NTT.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pengiriman kali ini ditujukan ke Labuan Bajo, salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat gempa.

“Yang terdampak berat ini kan yang dekat dengan Labuan Bajo. Kebetulan kapal malam ini akan menuju Labuan Bajo, dan insyaallah yang sudah terkumpul sekitar 64 ton hari ini,” ujar Khofifah saat melepas bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Bantuan yang dikirim meliputi obat-obatan, makanan siap konsumsi, pakaian, perlengkapan anak-anak dan perempuan, hingga perlengkapan mandi. Khusus obat-obatan, jenisnya telah disesuaikan dengan hasil identifikasi kebutuhan yang dilakukan tim medis Jawa Timur yang lebih dulu tiba di lokasi bencana.

Selain logistik, Khofifah menegaskan 14 rumah sakit di bawah koordinasi Pemprov Jatim telah berkomitmen mengirimkan tenaga kesehatan, tenaga medis, paramedis, serta tambahan persediaan obat-obatan.

Pemprov Jatim juga tengah mengkaji rencana pendirian dapur umum lapangan serta pengiriman relawan tambahan. Pengiriman personel nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar tidak membebani sistem penanganan bencana setempat.

“Kita tidak boleh menambahkan beban, karena daerah itu pada dasarnya sudah memiliki tim yang sudah ada. Kita ingin menjadi supporting team dan supporting system,” jelas Khofifah.

Bantuan seberat 64 ton ini merupakan hasil kerja sama dari 64 lembaga, mulai dari BUMD, dana CSR berbagai perusahaan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga BLUD rumah sakit di lingkungan Pemprov Jatim.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
05:04
02:13
01:19
05:09
01:29

Viral