- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Viral Warga Surabaya Mengaku Diminta Polisi Transfer Rp1 Juta saat Ambil Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan
Surabaya, tvOnenews.com - Sebuah unggahan di Threads memperlihatkan dugaan seorang warga Surabaya mengaku diminta transfer uang saat pengambilan kendaraan menjadi barang bukti kecelakaan lalu lintas viral di media sosial.
Warga asal Surabaya bernama Tasya Marcella bercerita dirinya mengalami kasus dugaan pungutan liar (pungli). Hal itu terjadi saat pengurusan surat keterangan pengeluaran barang bukti kecelakaan korban.
Ia mengungkapkan keluhannya saat diminta transfer oleh polisi melalui unggahan akun Threads @tasyamarcella96 pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, pengambilan kendaraan motor sebagai barang bukti kecelakaan tidak dipungut biaya apa pun. Sayangnya ia harus membayar uang sebesar Rp1 juta saat meminta surat pengeluaran.
"Ambil barang bukti kecelakaan gratis. Iya sih gratis, tapi buat minta surat pengeluaran kendaraan harus bayar," tulisnya dikutip tvOnenews.com, Sabtu (29/8/2026).
Kronologi Transfer saat Urus Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan
- Threads/@tasyamarcella96
Kristiani sapaannya menjelaskan kronologi kasus dugaan pungli menimpa dirinya. Awal mula peristiwa ini terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia saat itu tengah mengurus laporan kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut bertujuan untuk mengajukan klaim asuransi Jasa Raharja sebelum menuju ke kantor Satlantas Colombo Surabaya.
Ia mengaku bahwa pihak keluarga sudah menginformasikan hal ini. Ia mendapat peringatan adanya potensi mengeluarkan biaya untuk pengurusan dokumen.
"Sebelumnya saya dibantu tante saya untuk membuat laporan kecelakaan untuk keperluan klaim Jasa Raharja. Tante saya sudah menginformasikan sebelumnya bahwa kemungkinan akan adanya biaya di Colombo namun untuk pengambilan kendaraan gratis," terangnya.
Ia mulanya sama sekali tidak merasa curiga lantaran biaya itu dianggap sebagai prosedur resmi saat pengurusan. Ia mencontohkan biaya yang dibayar misalnya berupa denda tilang.
Namun begitu, ia merasa kaget saat tiba di lokasi. Ia mengaku mendapat permintaan transaksi ke rekening pribadi penyidik saat mengurus surat pengeluaran barang bukti kendaraan motornya.
Ia menyadari ada yang sangat janggal setelah diminta transfer uang sebesar Rp1 juta. Ia pun memutuskan untuk bercerita terkait pengalamannya sesuai dengan unggahan yang viral di media sosial.
Dalam unggahan lainnya, ia pun berbagi sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan salah satu pihak petugas. Ia mengaku dirinya mendapat fasilitas untuk mediasi terkait masalahnya.