- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Viral Mahasiswa UB Diduga Simpan Ratusan Video Seksual Rekan Magang, Ada Link Telegram?
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali menjadi perhatian publik setelah melibatkan seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Informasi mengenai dugaan perekaman aktivitas pribadi rekan magang tanpa persetujuan tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran, terutama karena jumlah materi yang disebut-sebut tersimpan mencapai ratusan rekaman.
Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena dugaan perekaman secara diam-diam, tetapi juga karena para korban disebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi berbeda.
Peristiwa tersebut diduga terjadi ketika para peserta menjalani program magang dan tinggal dalam satu tempat selama periode Juli hingga Agustus 2026.
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, muncul pula pertanyaan mengenai apakah terdapat tautan Telegram yang berisi foto atau video para korban.
Namun, informasi mengenai keberadaan maupun penyebaran materi tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan resmi yang tersedia.
Karena itu, publik perlu berhati-hati agar tidak ikut menyebarkan, mencari, atau membagikan konten intim yang diduga diperoleh tanpa persetujuan.
Dugaan Perekaman Terungkap Saat Magang
Kasus tersebut pertama kali ramai setelah informasi mengenai dugaan tindakan asusila beredar di platform X dan kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial.
Mahasiswa berinisial G, yang disebut merupakan mahasiswa angkatan 2023, diduga merekam aktivitas pribadi sejumlah peserta magang tanpa sepengetahuan mereka. Para peserta tersebut diketahui berasal dari beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Dugaan tersebut mulai terungkap setelah seorang rekan mencurigai adanya aktivitas video call s*x (VCS) yang dilakukan G di kamar mandi. Setelah dimintai klarifikasi, G disebut mengakui perbuatannya.
Dari pemeriksaan terhadap perangkat miliknya, ditemukan ratusan rekaman yang disebut berkaitan dengan aktivitas pribadi rekan-rekannya. Materi tersebut dikabarkan disimpan dalam folder tersembunyi di ponsel.
Selain dugaan perekaman tanpa izin, informasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan kontak fisik terhadap korban. Peristiwa tersebut kemudian menimbulkan trauma bagi sejumlah pihak yang merasa menjadi korban.
Pihak tempat magang disebut telah mengambil langkah awal terhadap mahasiswa tersebut. Sementara itu, Universitas Brawijaya memastikan dugaan perkara tersebut sedang ditangani melalui mekanisme internal kampus.