- Rohmadi
Panitia Muktamar ke-35 NU Resmi Dibubarkan, Gus Ipul: yang Menang Bermartabat yang Kalah Terhormat
Jombang, tvOnenews.com — Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibubarkan setelah seluruh rangkaian pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dinyatakan selesai.
Seremonial pembubaran panitia digelar di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (10/9) malam. Acara tersebut dihadiri Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar serta sejumlah tokoh NU.
Di antaranya Ketua Panitia Pusat Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Muhammad Nuh, Nusron Wahid, serta Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur atau Gus Gudfan.
Gus Ipul Ketua Panitia Pusat Muktamar ke-35 NU mengatakan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU menjadi pengalaman penting karena seluruh rangkaian utama kegiatan digelar di lingkungan pesantren.
Menurutnya, konsep tersebut justru menciptakan suasana pelaksanaan yang lebih nyaman dan kondusif.
"Pelaksanaan itu sepenuhnya di pesantren, ternyata cukup adem, nyaman," ujar Gus Ipul.
Ia menilai pelaksanaan muktamar juga terbantu dengan penerapan teknologi dalam sistem tata kelola kepanitiaan.
Panitia memanfaatkan teknologi berbasis *chip* dan kecerdasan buatan atau *Artificial Intelligence* (AI) yang dinilai mampu mempermudah proses pengelolaan kegiatan.
"Layanannya semua bagus. Kita menggunakan teknologi berbasis chip dan AI, yang terus terang mempermudah kita. Tata kelola kita jadi lebih baik," jelasnya.
Selain pelaksanaan di pesantren dan pemanfaatan teknologi, Gus Ipul menyebut salah satu hal yang paling membanggakan dari Muktamar ke-35 NU adalah perubahan pola pemilihan Ketua Umum PBNU.
Menurutnya, perubahan sistem tersebut membuat persaingan dalam muktamar berlangsung lebih sejuk.
"Hasilnya apa yang membanggakan? Yang paling penting ini adalah yang kalah terhormat, yang menang bermartabat," tegas Gus Ipul.
Ia menilai konsep tersebut menjadi salah satu keberhasilan penting dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
"Dengan mengubah pola, atau sistem pemilihan untuk ketua umum. Jadi persaingannya lebih sejuk. Nah, ini yang istimewa," katanya.
Gus Ipul berharap pola pemilihan yang dinilai mampu menciptakan suasana kompetisi yang lebih sejuk tersebut dapat diterapkan dalam proses organisasi NU di tingkatan berikutnya.
"Jadi salah satu keberhasilan Muktamar kali ini adalah yang menang bermartabat, yang kalah terhormat," ujarnya.