news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur.
Sumber :
  • tim tvone - tim tvone

Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur

Gubernur Khofifah beri Kuliah Umum pada acara Stadium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026
Jumat, 11 September 2026 - 15:09 WIB
Reporter:
Editor :

Menurut Khofifah, kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam tujuh kelompok fasilitasi utama, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pembangunan kesehatan, pelestarian lingkungan, pengurangan risiko bencana, perlindungan perempuan dan anak, pembinaan sumber daya manusia pesantren, hingga pengembangan Sistem Data dan Informasi Pesantren Daerah (SDIPD).

"Seluruh upaya tersebut wujud komitmen membangun ekosistem pesantren yang mandiri, sehat, tangguh, inklusif dan berdaya saing. Melalui sinergi seluruh pihak, kita mengusung satu tekad "Pesantren Kuat, Santri Hebat, Jawa Timur Bermartabat," tuturnya.

Lebih lanjut, Jawa Timur memiliki ekosistem pesantren yang besar dan strategis. Pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pembentukan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Saat ini, Jawa Timur memiliki 7.347 pondok pesantren yang menjadi ruang pendidikan dan pembentukan karakter bagi sekitar 660.437 santri, dan didukung oleh 41.317 ustaz dan ustazah yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

"Data bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kuatnya tradisi keilmuan pesantren yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dari pesantren-pesantren di Jawa Timur telah lahir ulama, cendekiawan dan tokoh bangsa yang memberikan kontribusi penting bagi perjuangan dan pembangunan Indonesia," tuturnya.

Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, Khofifah mengatakan peran mahasantri dituntut semakin strategis. Menghadapi disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI), konflik geopolitik dan perang dagang, derasnya arus informasi dan polarisasi, hingga perubahan ekonomi dan dunia kerja.

"Mahasantri tidak cukup hanya mampu membaca kitab, tetapi juga harus mampu membaca zaman dan membaca kebutuhan umat," ungkapnya.

Selain itu, dalam kesempatan ini turut dilakukan peresmian Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur oleh Gubernur Khofifah. Keberadaan pusat riset diyakini akan memperkuat pesantren sebagai produsen pengetahuan dan bukan sebagai objek penelitian.  

“Ini begitu menakjubkan bahwa ternyata dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Pemprov Jatim, baik S1, S2 yang ada di Mesir, M2 dari Ma'had Aly, maupun program S3, ternyata sudah menghasilkan produk karya intelektual yang sangat luar biasa,” kata Khofifah.

“Produk intelektual itu dipublikasi menjadi lebih 40 buku, itu adalah hasil riset mereka. Dan tahun ini, semester ini, target kami dari Indonesia khusus Jawa Timur itu nanti akan melepas 125 periset pesantren,” ujarnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral