- tim tvone - abdur rahem
BPBD Perpanjang Status Darurat Air Bersih di Bangkalan, Warga Antri Berjam-jam untuk mendapatkan Bantuan
Bangkalan, tvOnenews.com - Kemarau panjang membuat sejumlah warga rela antri berjam-jam untuk mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Bangkalan. Seperti yang terjadi di Desa Dupok Dusun Lar Lar Barat, Kecamatan Kokop, Bangkalan, warga antri untuk mendapat air bersih dari bantuan BPBD kabupaten setempat.
Menurut salah satu warga, dalam dua bulan terakhie warga sudah menghemat air, karena sumur dan sungai yang biasanya untuk mandi dan mencuci pakaian sudah kering.
"Empat bulan terakhir ini kami dan warga memang kesulitan mendapatkan air bersih. Kini hanya mengandalkan bantuan air dari relawan, meski harus antri berjam-jam asalkan mendapatkan air,” ungkap Nurhasanah, Kamis (24/9).
Sementara di Desa Pengeleyan, Kecamatan Tanah Merah, warga saling rebut untuk mendapatkan air bersih dari sumur tua yang masih ada sumber mata airnya, meski tidak banyak, untuk kebutuhan sehari-hari dan mencuci pakaian.
"Kami saling rebutan bersama warga lain, kadang-kadang kami antri usai solat subuh agar dapat antrian paling awal, serta bisa mendapatkan air. Bahkan kalau tidak ada air seminggu tidak cuci,” ungkap Ulhaq.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar mengungkapkan, lonjakan usulan permintaan bantuan air bersih terus meningkat dari desa-desa yang krisis air bersih akibat terdampak musim kemarau panjang.
"Sekitar empat bulan yang lalu, total usulan permintaan bantuan air bersih masih berjumlah 30 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Namun kini bertambah menjadi 44 desa, meluas dengan tambahan dua kecamatan," ungkap Qomar, Rabu (24/9).
Sebanyak 44 desa yang mengalami krisis air bersih itu meliputi dua desa di Kecamatan Blega, Desa Bates dan Panjelinan.
Selanjutnya, enam desa di Kecamatan Sepulu, Desa Kelbung, Gunelap, Kapayan, Bangsereh, Gangseyan, dan Saplasah.
Di Kecamatan Tanah Merah terdapat enam desa yang meliputi Desa Batangan, Pangeleyan, Padurungan, Pacentan, Dlambah Dajah, dan Kranggan Barat. Di Kecamatan Kwanyar satu desa, Desa Morombuh.
Enam desa di Kecamatan Arosbaya meliputi Desa Batonaong, Ombul, Pandan Lanjang, Glagga, Manokan, dan Karang Duwek.
Terdiri dari Desa Bandasoleh, Bandang Laok, Tramok, Katol Timur, Durjan, Kokop, Tlokoh, Manoan, Dupok, Mandung, dan Lembung Gunung.
Sementra, Kecamatan Geger meliputi dua desa diantaranya Desa Banyoneng Dajah dan Banyoneng Laok, serta dua desa di Kecamatan Galis Desa Longkek dan Banjar.
Di Kecamatan Konang terdapat tujuh desa, Desa Sen Asen, a Campor, Bandung, Batokaban, Durin Timur, Kanegarah, dan Genteng.
Terakhir satu desa di Kecamatan Klampis, yakni Desa Panyaksagan.
Qomar menjelaskan, informasi yang diterima Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan BPBD Provinsi Jawa Timur menyebutkan, bencana kekeringan sejauh ini semakin meluas, termasuk di Kabupaten Bangkalan dengan jumlah 44 desa terdampak di 10 kecamatan.
"Karena itu, kemarin kami meminta ke bapak bupati untuk memperpanjang status darurat kekeringan hingga akhir November 2026. Kami berharap masyarakat yang selama ini mengusulkan bantuan air bersih melalui BPBD, akan segera dilakukan dropping ke daerah-daerah tersebut," pungkasnya. (arm/hen)