news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisila Bhakti III.
Sumber :
  • tim tvOne

Antisipasi Antrean Truk, Kapal 2.400 GRT Tambah Armada Ketapang-Gilimanuk

Antrean kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar, masih menjadi salah satu persoalan dalam penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Sabtu, 26 September 2026 - 09:36 WIB
Reporter:
Editor :

Banyuwangi, tvOnenews.com – Antrean kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar, masih menjadi salah satu persoalan dalam penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Penambahan armada kapal berkapasitas besar menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menambah kapasitas angkutan di lintasan Selat Bali.

Salah satu kapal yang mulai melayani lintasan tersebut adalah Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisila Bhakti III. Kapal dengan kapasitas 2.400 Gross Tonnage (GRT) tersebut didatangkan oleh PT Trisila Laut, unit usaha di bawah Yayasan Bumyamca milik TNI AL.

Direktur Utama PT Trisila Laut, Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setiawarsono, mengatakan pengadaan kapal senilai Rp63,5 miliar tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional penyeberangan dan rencana penerapan regulasi terkait standar kapal.

"Dengan adanya rencana regulasi baru yang mengharuskan kapal penyeberangan di Ketapang–Gilimanuk di atas 1.500 ton, kami langsung melakukan pengadaan kapal baru berkapasitas 2.400 GRT ini dari Cina," ujar Retarto di Banyuwangi, Jumat (25/9/2026).

Kapal tersebut merupakan kapal baru yang dibangun di Tiongkok dan menempuh perjalanan sekitar 10 hari menuju Indonesia. Trisila Bhakti III tiba di Indonesia pada 3 Mei 2026 dan merupakan sister ship dari Trisila Bhakti I dan Trisila Bhakti II yang telah beroperasi sebelumnya.

Penambahan kapal berkapasitas besar diharapkan dapat membantu menambah daya angkut, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan pada periode padat maupun saat operasional penyeberangan mengalami kendala.

"Pada saat peak season, apalagi saat ada perbaikan dermaga dan kegiatan protokoler Presiden, sempat terjadi kemacetan luar biasa. Dari pihak ASDP maupun KSOP menghendaki adanya kapal-kapal yang lebih besar untuk membantu mengurai kemacetan," jelas Retarto.

KMP Trisila Bhakti III dapat mengangkut hingga 65 kendaraan kecil. Namun, untuk kendaraan berat, kapasitas angkut masih dibatasi dan akan disesuaikan secara bertahap dengan kondisi operasional kapal.

"Berhubung ini kapal baru, untuk kendaraan besar seperti truk tronton sementara kami batasi 5 unit, bus 3 unit, dan selebihnya kendaraan sedang. Ke depan, kami berencana menambah lagi kapal tipe sejenis dengan kapasitas di atas 2.400 GRT," tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto Heriawan, mengatakan penambahan kapal dengan kapasitas besar dapat membantu mempercepat proses bongkar muat kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

"Kapal-kapal di atas 1.500 hingga 2.000 GRT memang yang sangat kita butuhkan, sehingga proses bongkar muat kendaraan bisa lebih cepat," jelas Syahrianto.

Menurut Syahrianto, pengelolaan armada dan peningkatan kapasitas fasilitas pelabuhan terus dilakukan bersama Kementerian Perhubungan serta asosiasi penyeberangan, Gapasdap dan INFA.

"Secara bertahap tiap tahun, dermaga akan ditingkatkan daya tampungnya hingga 50 ton agar bisa mengakomodasi kapal-kapal di atas 2.000 GRT. Dengan begitu, saat kondisi abnormal atau situasi macet ekstrem, kendaraan-kendaraan besar bisa dialihkan dan ditampung dengan cepat," pungkas Syahrianto.

Dengan tambahan satu kapal tersebut, total armada yang melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk menjadi 57 kapal. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 hingga 30 kapal dioperasikan setiap hari. (gol)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral