- tim tvOne
Prof Mas’ud Apresiasi Program Khofifah, 123 Mahasiswa Jatim Kuliah di Al Azhar dan Raih Prestasi
Dalam pemantauan di Kairo, Mas’ud juga melihat mahasiswa menjalani kehidupan secara mandiri. Sejumlah mahasiswa disebut memenuhi kebutuhan sehari-hari secara bersama, termasuk memasak sendiri.
Menurut Mas’ud, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa yang lulus. Pendampingan dan evaluasi selama masa studi juga diperlukan untuk memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target.
LPPD Jatim melakukan monitoring terhadap perkembangan mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Evaluasi mencakup pendampingan penulisan ilmiah, pemeriksaan kesehatan, kemampuan menulis, hingga pemantauan kelulusan tepat waktu.
Mas’ud menilai proses pendampingan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan akademik dan keilmuan yang memadai.
“Saya yakin kader-kader ini akan mewarnai Islam Indonesia lima hingga sepuluh tahun mendatang, serta menguatkan transformasi kebudayaan unggul yang kita tunggu-tunggu,” kata Mas’ud.
Sementara itu, terkait program beasiswa Pemprov Jatim, Mas’ud menyampaikan apresiasinya terhadap keberlanjutan fasilitasi pendidikan mahasiswa di Al Azhar.
“Saya baru memahami bahwa ini adalah tanaman kader yang penting dari Gubernur Khofifah untuk membuat Islam Indonesia masa depan lebih hebat dan terukur,” kata Mas’ud dalam laporannya dari Kairo, Mesir, Minggu (27/9).
Program beasiswa mahasiswa Jatim di Al Azhar saat ini mencakup jenjang S1 dan S2 dengan bidang studi, antara lain tafsir, hadis, ushul fikih, ushuluddin, pengembangan bahasa Arab, serta studi kebudayaan Islam. (gol)