- ist
Container Scanner Hadir di Surabaya, Apa Dampaknya bagi Keamanan dan Transparansi Pelabuhan?
tvOnenews.com - Arus barang melalui pelabuhan terus menuntut sistem pengawasan yang mampu menjaga keamanan tanpa memperlambat pergerakan logistik. Salah satu pendekatan yang digunakan di berbagai negara adalah pemeriksaan non-intrusif menggunakan teknologi pemindai peti kemas atau container scanner.
Teknologi ini memungkinkan petugas melihat indikasi isi muatan tanpa harus selalu membuka kontainer secara fisik.
Model tersebut juga berkembang di sejumlah negara dengan sistem kepabeanan maju. Di Amerika Serikat, misalnya, Customs and Border Protection (CBP) menggunakan teknologi non-intrusive inspection (NII) untuk memindai kendaraan dan kontainer berdasarkan analisis risiko.
Jika ditemukan anomali, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan yang lebih mendalam. CBP menyebut teknologi tersebut dapat mempercepat pemeriksaan sekaligus membantu menjaga kelancaran arus perdagangan.
Singapura juga mengembangkan sistem pemeriksaan kargo yang menggabungkan pengawasan, pemindaian, dan pertukaran informasi. Singapore Customs, misalnya, mengoperasikan stasiun pemeriksaan ekspor di Pasir Panjang dan menggunakan pemindaian untuk mendeteksi anomali atau muatan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Dalam latihan bersama dengan PSA, Singapore Customs bahkan menggunakan radiation portal monitor dan pemindai untuk menganalisis kontainer yang terindikasi mengandung material berbahaya.
Dalam konteks tersebut, pengoperasian container scanner di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan arus barang sekaligus menjaga efisiensi proses logistik. PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menjalin kerja sama penyediaan dan pengoperasian dua unit container scanner untuk jalur impor dan ekspor.
Dua Container Scanner Disiapkan untuk Jalur Impor dan Ekspor
Kerja sama antara PSL dan TPS ditandai dengan penandatanganan pada Jumat (25/9). Dalam kolaborasi tersebut, PSL menyediakan dua unit container scanner beserta sistem pendukung yang ditempatkan di Terminal Petikemas Surabaya.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pemeriksaan kontainer pada jalur impor maupun ekspor. Kerja sama tidak hanya mencakup penyediaan perangkat, tetapi juga integrasi teknologi informasi, pemeliharaan peralatan, serta petugas pendukung operasional.
Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pemeriksaan kontainer oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pergerakan barang yang masuk dan keluar melalui kawasan pelabuhan.