- tvOne - sandi irwanto
Pimpinan Travel di Surabaya Ungkap Jamaah Umrah Menurun, Ekonomi dan Pajak Saudi Jadi Penyebab
Surabaya, tvOnenews.com - Animo masyarakat untuk berangkat umrah mengalami sedikit penurunan tren pada tahun ini. Penurunan tersebut dinilai bukan karena menurunnya minat beribadah, melainkan lebih disebabkan oleh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Hal itu terungkap dalam kegiatan manasik umrah yang digelar biro travel Nurul Hayat di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Minggu (4/10/2026). Pihak penyelenggara travel umrah menyebut, minat masyarakat untuk ke Tanah Suci sejatinya masih tetap tinggi. Hal ini terbukti dari masih banyaknya keberangkatan jamaah setiap minggu.
"Animo masyarakat terkait umrah trennya memang mengalami sedikit penurunan. Ini bukan berkaitan dengan animo yang masih tetap tinggi, cuma memang kita tahu bahwa negeri kita ini masih sedang diuji, kondisi ekonomi masih belum begitu baik," ungkap Pimpinan Biro Travel Nurul Hayat, Molik Latief, usai memberi materi manasik umrah.
Selain faktor ekonomi, kenaikan harga paket umrah juga menjadi salah satu penyebab. Kenaikan tersebut dipicu oleh kebijakan baru pemerintah Arab Saudi dan naiknya harga layanan pendukung.
Disebutkan, dahulu layanan di Saudi tidak dikenakan pajak. Saat ini, semua layanan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 15 persen.
"Dulu di Saudi itu tidak ada pajak, sekarang kan semua layanan dikenain pajak oleh Saudi, ada pajak PPN-nya 15 persen sehingga mau tidak mau harga juga naik. Kenaikan harga hotel, harga pesawat tentu juga akan menaikkan harga paket umrah," tutur Molik.
Meski ada kenaikan, pengaruhnya dinilai tidak terlalu signifikan dan tidak sampai drastis menurunkan jumlah jamaah.
Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya memanasnya hubungan antara Arab Saudi dan Iran, pihak travel memastikan tidak berpengaruh terhadap keberangkatan jamaah umrah.
Menurutnya, jamaah memiliki keikhlasan yang tinggi dalam beribadah, bahkan tidak takut akan risiko terburuk.
"Menurut saya tidak terlalu berpengaruh. Karena mohon maaf, orang yang berangkat ibadah ke sana itu bahkan kalaupun mati mereka sudah ridho. Bahkan maunya pengen mati di Tanah Suci, kalau bisa matinya di Madinah, jadi tidak terlalu ngefek," pungkas Molik. (msi/gol)