- Tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Tanam 1000 Pohon di Pesantren An Nur 2 Malang bersama Santri Pramuka PPSN VI 2026, Cinta Lingkungan dan Sedekah Oksigen
Malang, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama santri pramuka peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 melaksanakan penanaman 1000 pohon di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10).
Khofifah menyampaikan bahwa menanam pohon merupakan cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk sedekah oksigen.
“Kalau saya lebih menyebut menanam ini, intinya kita sedang sedekah oksigen. Jadi cinta lingkungan salah satunya dengan menanam,” katanya.
Selain menghasilkan oksigen, pohon yang tumbuh dan terawat juga menyerap karbon dioksida serta menyimpan karbon dalam biomassa. Karena itu, penanaman pohon menjadi langkah nyata untuk meningkatkan cadangan karbon dan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Persetujuan Paris yang telah diratifikasi pada 2016, sekaligus menjadi bagian dari penguatan kebijakan pelestarian lingkungan melalui “Jatim Lestari” dalam Nawa Bhakti Satya.
Menurut Khofifah, keterlibatan santri dalam penanaman pohon menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan. Kepedulian tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menanam hingga merawat pohon agar tumbuh dengan baik.
“Anak-anak santri ini kita ajak untuk mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi kebiasaan. Hari ini mereka menanam, kemudian merawatnya, dan mudah-mudahan kebiasaan itu mereka bawa kembali ke pesantren dan lingkungan masing-masing,” urainya.
Khofifah berharap pengalaman menanam pohon dalam kegiatan PPSN menjadi pembelajaran bagi para santri tentang kesabaran dan tanggung jawab dalam menjaga alam.
“Kalau mereka menanam sendiri, mereka akan melihat pohonnya tumbuh. Dari situ anak-anak belajar bahwa menjaga alam itu membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab. Kita sedang menanam kesadaran bahwa lingkungan yang baik itu harus kita jaga bersama,” katanya.
Ia juga mengajak para santri melihat kegiatan tersebut sebagai kontribusi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, termasuk oleh generasi berikutnya.