- Khumaidi
Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, Empat Remaja Perempuan Asal Jateng Diselamatkan Polantas Sidoarjo
Sidoarjo, tvOnenews.com – Empat remaja perempuan asal Jawa Tengah berhasil diselamatkan petugas kepolisian dari dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Sidoarjo. Penyelamatan berkat laporan cepat dari masyarakat.
Anggota Brigade Motor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo menemukan keempat korban dalam kondisi kebingungan di sebuah warung di kawasan Medaeng, Kecamatan Waru. Mereka diketahui baru saja melarikan diri dari Jember.
Kepala Satlantas Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Anugerah Putra, menjelaskan, kejadian bermula saat pihaknya menerima laporan dari masyarakat, tepatnya seorang pengemudi ojek daring. Petugas yang sedang patroli langsung bergerak ke lokasi.
"Anggota kami segera menindaklanjuti laporan tersebut. Benar ditemukan empat perempuan di sebuah warung di Medaeng," ujar Yudhi.
Berdasarkan hasil identifikasi, keempat korban masih berusia di bawah umur dan berasal dari Pekalongan serta Pemalang, Jawa Tengah. Mereka mengaku tergiur tawaran bekerja sebagai pemandu lagu di tempat karaoke di Jember dengan iming-iming gaji besar.
Sesampainya di Jember, kenyataan tidak sesuai janji. Mereka justru mengalami perlakuan yang mengarah pada eksploitasi. Karena tidak tahan, keempatnya nekat melarikan diri dan menumpang bus hingga tiba di Sidoarjo.
"Modusnya ditawari bekerja sebagai pemandu lagu di karaoke wilayah Jember, namun faktanya tidak sesuai janji awal," jelas Yudhi.
Dalam penyelamatan tersebut, petugas juga mengamankan satu perempuan dewasa yang diduga kuat sebagai perekrut pengirim korban. Saat diperiksa, yang bersangkutan mengakui perbuatannya.
Keempat korban bersama tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Waru untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, kasus diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polda Jatim kini menelusuri jaringan perekrutan dari Jawa Tengah, pengiriman ke Jember, hingga kemungkinan adanya sindikat yang lebih besar di balik kasus ini.
"Perkara telah kami limpahkan ke Polda Jatim untuk penanganan lebih mendalam," pungkasnya.(khu/far)