- Sandi Irwanto
Senator DPD RI Desak Pemerintah Terima Bantuan Negara Sahabat untuk Atasi Karhutla
Surabaya, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang belum kunjung teratasi selama tiga bulan terakhir di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, mendorong anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendesak pemerintah mempertimbangkan bantuan dari negara sahabat. Dukungan internasional dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penanganan karhutla dengan tetap memperhatikan regulasi dan pengawasan yang jelas.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih menjadi perhatian. Penanganan karhutla yang berlangsung selama tiga bulan terakhir dinilai memerlukan langkah yang lebih optimal agar kebakaran segera dapat diatasi.
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mendesak pemerintah mempertimbangkan tawaran bantuan dari negara sahabat. Menurutnya, dukungan internasional dapat menjadi alternatif apabila Indonesia menghadapi keterbatasan dalam penanganan karhutla. Bantuan tersebut termasuk dukungan teknologi dan kemampuan pemadaman untuk mempercepat penanganan kebakaran.
"Sesuai apa yang disampaikan oleh Bapak Ketua DPD Pak Sultan terkait tentang bantuan asing ya kan. Pasti ada beberapa hal penyelesaian. Itu kita mungkin ada keterbatasan itu (bantuan dari negara sahabat) bisa menyelesaikan," katanya usai menghadiri seminar DPD RI Goes To School di Universitas Airlangga (Unair), Kamis (15/10/2026).
Bantuan dari negara lain, kata Lia, bisa menjadi salah satu solusi apabila Indonesia menghadapi keterbatasan dalam menangani karhutla. Menurut dia, teknologi dan kemampuan yang dimiliki negara sahabat berpotensi membantu mempercepat upaya pemadaman kebakaran yang terus berlarut.
“Jika kita bicara modifikasi cuaca, ketika itu menyelesaikan terkait dengan kebakaran Bromo dan sebagainya, masih kita bisa meredamkan. Ibu gubernur kemarin berhasil, langsung redam. Tapi kalau karhutla ini kan berlarut dan enggak selesai-selesai,” ucapnya.
Lia menyebutkan, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk melihat kemungkinan adanya teknologi atau kemampuan dari negara lain yang dapat mendukung penanganan karhutla di Indonesia.
Lia menilai, penanganan karhutla perlu dievaluasi karena kebakaran yang terjadi berlarut-larut belum kunjung tuntas. Ia membandingkan dengan penanganan kebakaran di kawasan lain yang dalam kondisi tertentu dapat dibantu melalui modifikasi cuaca.