news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemakaman salah satu jenazah korban karhutla Bromo.
Sumber :
  • wawan sugiarto

Safriel, Salah Satu Korban Meninggal Akibat Karhutla Bromo Dimakamkan

Suasana duka menyelimuti pemakaman Safriel Ardiansyah (19), korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bromo, Probolinggo.
Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:34 WIB
Reporter:
Editor :

Probolinggo, tvOnenews.com – Suasana duka menyelimuti pemakaman Safriel Ardiansyah (19), korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Pemuda yang bekerja di Artotel sekaligus atlet panjat tebing Kota Probolinggo tersebut dimakamkan pada Jumat (16/10/2026).

Safriel diketahui berasal dari Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Kepergiannya menyisakan kesedihan bagi keluarga, rekan kerja, serta sesama atlet panjat tebing yang selama ini dekat dengannya.

Di mata keluarga dan orang-orang yang mengenalnya, Safriel merupakan pribadi yang tenang dan sederhana. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai karyawan Artotel, ia tetap aktif menekuni olahraga panjat tebing dan dikenal kerap membawa pulang medali dari berbagai kompetisi.

Ayah Safriel, Lutfi Zulkifli, menuturkan bahwa putranya pernah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui beasiswa di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Namun, Safriel memilih mengesampingkan kesempatan tersebut dan memutuskan untuk bekerja.

“Semasa hidup, Safriel anaknya pendiam dan tidak neko-neko. Bahkan, anak saya ini merelakan beasiswa kuliah di Unesa, Surabaya, namun memilih bekerja,” ungkap Lutfi.

Lutfi menceritakan, komunikasi terakhir dengan putranya terjadi pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika itu, Safriel menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa dirinya sedang memantau kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

Sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pukul 14.00 WIB, keluarga tidak lagi dapat menghubungi Safriel. Kabar duka baru diterima pihak keluarga pada Kamis sore, setelah mengetahui bahwa putra mereka menjadi salah satu korban dalam insiden tersebut.

Pihak keluarga berharap instansi terkait dapat memberikan keterangan secara jelas mengenai alasan Safriel terlibat dalam kegiatan pemadaman kebakaran. Pasalnya, selama ini ia diketahui bekerja sebagai teknisi di Artotel.

“Keluarga berharap ada penjelasan dari pihak terkait, kenapa anak saya yang sebagai teknisi di Artotel bisa ikut memadamkan api,” tambah Lutfi.

Kehilangan Safriel juga dirasakan oleh komunitas panjat tebing Kota Probolinggo. Pelatih panjat tebing setempat, Iwan Rosyidi, mengenang Safriel sebagai atlet yang rajin berlatih dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan atlet lainnya.

Menurut Iwan, Safriel biasanya pulang dan berkumpul bersama rekan-rekannya setiap Jumat. Kehadirannya di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo juga disukai para atlet muda karena ia kerap ikut membantu proses latihan.

“Biasanya setiap hari Jumat korban ini pulang dan berkumpul. Dia disenangi anak-anak FPTI, bahkan ikut melatih juga,” tutur Iwan.

Safriel merupakan atlet yang bertanding di nomor lead dan boulder. Prestasinya selama ini membuatnya menjadi salah satu atlet andalan yang dipersiapkan untuk memperkuat Kota Probolinggo dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Bahkan, Safriel sebelumnya telah didorong untuk membidik medali emas dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Almarhum ini sebelumnya atlet langganan medali. Bahkan, sebelumnya saya semangati untuk bisa menargetkan medali emas pada Porprov Jatim 2027 mendatang,” imbuh Iwan.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah petugas gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), relawan, serta karyawan Artotel dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman.

Namun, api yang terus membesar menyebabkan enam orang terjebak di lokasi kejadian. Dalam insiden tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, rekan kerja, serta komunitas panjat tebing yang kehilangan salah satu atlet berprestasi dan sosok yang masih memiliki cita-cita besar di dunia olahraga. (wso/far)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral