news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur.
Sumber :
  • Antara

70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur

Menperin mengapresiasi JIIPE di Gresik yang menyerap 70 persen tenaga kerja lokal. Simak perkembangan investasi, hilirisasi, dan infrastruktur kawasan industri
Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:37 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kehadiran kawasan industri tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau jumlah pabrik yang berdiri. Dampak yang dirasakan masyarakat sekitar, mulai dari kesempatan kerja hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi, menjadi salah satu indikator penting untuk menilai manfaat pembangunan industri bagi daerah.

Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian pemerintah karena kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. 

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen pekerja di industri yang beroperasi di kawasan tersebut berasal dari Gresik dan wilayah Jawa Timur.

Besarnya keterlibatan tenaga kerja lokal dinilai menunjukkan bahwa investasi industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kapasitas produksi. 

Aktivitas perusahaan juga berpotensi menggerakkan perdagangan, jasa, dan kegiatan ekonomi lain di sekitar kawasan. Karena itu, pemerintah menilai masyarakat perlu memahami manfaat keberadaan kawasan industri sekaligus keterkaitannya dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

JIIPE Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal, Ekonomi Gresik Ikut Bergerak

Saat berkunjung ke JIIPE pada Jumat (16/10/2026), Sarmuji mengapresiasi kontribusi kawasan industri terintegrasi tersebut terhadap perekonomian Gresik. Menurut dia, penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat dari aktivitas industri.

“Ya, itu harus ada sosialisasi tentang kemanfaatan sebuah kawasan industri. Seperti Gresik ini kan mendapatkan manfaat yang cukup besar ya, adanya JIIPE, tenaga kerjanya keserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri,” ujar Sarmuji melansir dari ANTARA, Sabtu (17/10).

Ia kemudian menegaskan besarnya porsi pekerja dari daerah sekitar yang terlibat dalam kegiatan industri di kawasan tersebut.

“Tenaga kerja yang terserap di industri yang ada di JIIPE ini 70 persennya adalah warga lokal di Gresik dan Jawa Timur,” tambah Sarmuji.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya keterhubungan antara investasi dan masyarakat setempat. Ketika industri merekrut tenaga kerja dari daerah sekitar, manfaatnya tidak berhenti pada pendapatan pekerja. 

Pengeluaran rumah tangga, kebutuhan transportasi, konsumsi, hingga permintaan terhadap berbagai layanan lokal juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi tambahan.

Meski demikian, besarnya manfaat jangka panjang tetap bergantung pada keberlanjutan investasi, kualitas pekerjaan, dan kemampuan tenaga kerja lokal memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sebelumnya, pada 12 Oktober 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sarmuji juga menekankan peran kawasan industri dalam mempercepat industrialisasi Jawa Timur. 

Ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan dan infrastruktur, serta mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Kawasan Industri Seluas 1.761 Hektare Didukung Pelabuhan Laut Dalam

Manfaat ekonomi JIIPE tidak terlepas dari konsep pengembangannya yang menggabungkan kawasan industri, pelabuhan, dan fasilitas penunjang dalam satu ekosistem. Integrasi tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan menjalankan kegiatan produksi sekaligus mempermudah distribusi bahan baku maupun hasil industri.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Soetiono, menjelaskan bahwa JIIPE memiliki area industri seluas 1.761 hektare, kawasan pelabuhan 406 hektare, serta area residensial 800 hektare. Hingga saat ini, sekitar 60 persen lahan kawasan industri tersebut telah terjual.

Sejumlah perusahaan yang telah menanamkan investasi di JIIPE antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM. Kehadiran berbagai perusahaan tersebut mencerminkan perkembangan aktivitas industri di kawasan yang dirancang untuk menampung kegiatan manufaktur dan pengolahan.

Bambang menilai, ketersediaan infrastruktur serta akses pelabuhan laut dalam menjadi nilai penting bagi perusahaan yang membutuhkan kelancaran logistik.

“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” jelas Bambang.

Konektivitas pelabuhan dapat membantu mendukung pergerakan barang, sementara ketersediaan utilitas menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran operasional pabrik. Bagi industri dengan kebutuhan energi dan distribusi berskala besar, kedua aspek tersebut turut memengaruhi efisiensi biaya dan rencana ekspansi.

Pengelola juga merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari pengembangan dukungan energi kawasan. Namun, rencana tersebut perlu dibedakan dari fasilitas yang telah beroperasi, mengingat realisasi proyek energi membutuhkan tahapan pembangunan tersendiri.

Hilirisasi Logam hingga Kaca Fotovoltaik Perluas Aktivitas Industri

Selain memperluas kapasitas kawasan, perkembangan JIIPE juga berkaitan dengan kegiatan hilirisasi. Pengolahan bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperluas rantai pasok manufaktur.

Ekosistem industri di JIIPE mencakup pengolahan tembaga, pemurnian logam mulia, manufaktur produk turunan tembaga, serta pengembangan proyek di sektor logam mulia. Di sektor lain, industri kaca fotovoltaik mendukung kebutuhan rantai pasok panel surya, sedangkan investasi kimia memperluas kegiatan industri proses di kawasan tersebut.

Dalam kunjungannya, Sarmuji memperoleh penjelasan mengenai perkembangan infrastruktur dan utilitas JIIPE serta meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi di sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, dan industri kimia.

Ragam kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana kawasan industri terintegrasi dapat menjadi tempat bertemunya berbagai sektor yang saling berkaitan. 

Pengolahan logam, misalnya, dapat mendukung industri manufaktur lanjutan, sedangkan produksi material untuk energi surya berhubungan dengan perkembangan teknologi energi terbarukan.

Namun, pertumbuhan kawasan industri juga perlu diikuti dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat setempat dapat mengakses peluang kerja yang semakin beragam. 

Kebutuhan industri terhadap tenaga teknis, operator, dan tenaga profesional dapat menjadi dorongan bagi pengembangan pelatihan serta pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan dukungan investasi, infrastruktur, dan pengembangan hilirisasi, JIIPE berpotensi memperkuat peran Gresik dalam rantai industri Jawa Timur. 

Apresiasi Menperin terhadap penyerapan 70 persen tenaga kerja lokal sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan kawasan industri perlu dilihat dari keterkaitannya dengan masyarakat, bukan hanya dari luas lahan atau nilai investasi. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan industri tersebut terus membuka kesempatan kerja dan menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah.

Pemerintah menilai pengembangan kawasan industri terintegrasi diharapkan dapat memperkuat aktivitas manufaktur, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterkaitan investasi industri dengan perekonomian daerah. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral