news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

BBM di Jatim mulai langka akibat fenomena panic buying..
Sumber :
  • tvOne - Zainal Azkhari

BBM di Jatim Langka, Pemprov Kawal Pertamina Normalisasi Pasokan 

Kelangkaan BBM subsidi masih tercatat di kawasan Malang Raya dan wilayah Tapal Kuda, seperti Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi.
Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:50 WIB
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengawal upaya PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dalam menormalkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang mengalami kelangkaan selama sepekan terakhir. Hingga hari ini, kelangkaan BBM subsidi masih tercatat di kawasan Malang Raya dan wilayah Tapal Kuda, seperti Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi.

 

Kelangkaan yang memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama sepekan terakhir, menurut Pertamina, dipicu oleh fenomena "panic buying" akibat kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

 

"Kebutuhan Pertalite di Jawa Timur seharusnya terpenuhi sekitar 10.000 kiloliter per hari dengan stok yang bisa bertahan lebih dari delapan hari. Namun, panic buying memaksa kami menambah pasokan hingga 12.500 kiloliter per hari," ungkap Section Head Communication Relation PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Cholishon Liwajhillah.

 

Hingga hari ini selisih antara pasokan dan konsumsi BBM subsidi di Jawa Timur tinggal sekitar 500 kiloliter dan hampir berimbang. Meski demikian, proses pemulihan stok membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal akibat pola konsumsi yang berlebihan tersebut.

 

"Upaya kami terus lakukan dengan mengoptimalkan mobil tangki yang ada dan penambahan armada mobil tangki. Semoga masyarakat tidak lagi panik dan proses pemenuhan BBM di SPBU segera teratasi," tambah Cholishon.

 

Saat memantau langsung distribusi BBM di Pertamina Integrated Terminal Surabaya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut sekitar 10 persen dari lebih 1.000 SPBU di Jawa Timur masih dalam kondisi kritis pasokan BBM subsidi. Selain itu, pihaknya juga menyoroti dugaan penimbunan maupun penjualan kembali BBM subsidi yang telah diisi.

 

"BBM habis diisi di tangki dikeluarin lagi terus dijual, nah kalau seperti itu memang bahaya. Aparat penegak hukum sedang bekerja sekarang. Kalau kami fokus hulunya saja di sini. Bagaimana aliran distribusi ini lancar, ada peningkatan pengiriman menjadi 12.500 kiloliter dan bukan hanya agregat per hari yang kita bilang tapi percepatan jangkauan ke seluruh pelosok," ujar Emil.

 

Pemprov Jatim dan Pertamina berkomitmen terus mempercepat distribusi ke wilayah yang masih mengalami kendala, sekaligus mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan guna membantu menormalkan stok di lapangan. (zaz/ias)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral